Friday, May 9, 2008

Analisa Trend Saham BEJ per 5 Mei 2008

Untuk yang baru mau masuk ke BEJ, ada baiknya buka link ini
http://finance.yahoo.com/q/ta?s=%5EJKSE&t=1y&l=on&z=l&q=c&p=b,m10,m50,m200&a=m26-12-9&c=

Ini adalah chart IHSG (Index Harga Saham Gabungan) BEJ (Bursa Efek Jakarta) / JKSE (Jakarta Stock Exchange) yang saya ambil di yahoo kemarin. Perhatikan garis oranye dan garis kuning. Pada agenda di sebelah kiri atas, garis oranye adalah 50 day MA (Moving Average) atau garis rata-rata pergerakan saham dihitung berdasarkan data 50 hari trading sebelumnya, kami menyebutnya MA Menengah, garis kuning adalah 200 day MA yang kami sebut MA Jangka Panjang. Kalau garis ini arahnya ke atas berarti trend naik/rata-rata saham naik, mendatar berarti trend sideway/rata-rata saham harganya gak banyak berubah, ke bawah berarti trend turun/rata-rata saham harganya turun.

Perhatikan bahwa pada awal Mei 2008, garis orange memotong garis kuning ke arah bawah menunjukkan bahwa secara jangka panjang trend sudah dikonfirmasi akan bearish atau rata-rata pergerakan sahamnya akan turun, dan lihatlah garis kuning sudah mulai berubah arah (ujung atas parabola terbalik) yang merupakan indikasi sewaktu-waktu harga-harga saham bisa jadi akan rontok. Pada awal April 2008, ada usaha index untuk memotong kembali MA-200 untuk berusaha kembali ke atas garis MA-200 (pengen tetep up trend/bulish) tapi gagal dan kembali ke bawah lagi menunjukkan bahwa MA-200 agaknya cukup kuat mengkonfirmasi pembalikan trend menjadi bearish/turun/ down trend.

Perhatikan juga kesaktian garis MA-200 atau 200 days MA sebelumnya dalam menahan usaha turunnya index dan perubahan trend.

Trend saham / trend index adalah seperti arus sungai, ketika kita misalnya loncat masuk ke sungai yang arusnya sangat deras, lebih baik kita membiarkan diri kita diseret arus terlebih dahulu sambil waspada ke depan dan menunggu saat arus tidak terlalu kuat sehingga bisa berenang ke tepi, kalau saat loncat masuk ke arus deras dan kita malah berenang melawan arus sambil berusaha ke tepi sungai, seringkali arus lebih kuat dan kita kehabisan tenaga sebelum mencapai tepi dan akhirnya bisa tenggelam. Yang pernah rafting pasti tahu hal ini. Jadi sebaiknya, ikutilah arus alias ikutilah trend, atau kemungkinan besar akan tenggelam.

Trend turun jangka panjang sudah dikonfirmasi (perlambatan ekonomi US jg sudah dikonfirmasi), berarti kita harusnya sudah tahu bahwa rata-rata harga saham akan turun dalam waktu yang cukup lama sampai pola seperti ini terjadi dalam bentuk kebalikan / pembalikan arah.

Walau demikian, menurut pengalaman kami, ada kemungkinan index akan sedikit naik saat pengumuman jadi / tidaknya kenaikan bbm (yang sebetulnya sudah dipastikan jadi, lha wong defisit APBN karena subsidi BBM sudah 100 trilyun), tapi hanya pergerakan naik sesaat saja. Lihat indikator MACD, grafik di bawah, kalo bentuknya seperti itu biasanya akan ada kenaikan tetapi kuat tidaknya kenaikan harus melihat indikator lain dan saya cukup yakin tidak akan kuat.

Apa yang biasanya dilakukan investor saham saat bearish?
1. Keluar dari market, pergi berlibur / kerjakan hal lain sambil tetap cek maksimal 1 minggu sekali
2. Trading saham (day trading, lebih cenderung short sell)
3. Trading option (jual call, beli put)

Yang dilarang adalah main margin, dan sebaiknya hindari saham blue chip karena terpengaruh sangat kuat dengan index.

Mau tahu saya pilih mana?
Saya ambil pilihan no 1, pesta kelihatannya sudah usai tapi mungkin sekali2 saya akan iseng ambil recehan :)
Karena inflasi mau naik lagi sekitar 2,1% gara-gara BBM mau naik sekitar 30%, biasanya saham pertambangan, agro, dan yang berorientasi export masih bisa naik, apalagi kalau memang krisis pangan betul-betul sudah usai.

Oh ya, boleh lupakan apa yang saya tulis di atas kalau rencana investasi anda di saham memiliki time horizon / jangka waktu di atas 3 tahun gak dipikirin, asal pastikan saham yang anda pilih memiliki fundamental yang bagus dan kalau mau jadilah value investor seperti opa Buffet.

Semoga bermanfaat,
Wassalam,

Ferdi Ramdhon