Saturday, March 3, 2012

Mengapa Tubuh Perlu Garam?

Garam merupakan salah satu bumbu perasa yang paling digemari. Tak heran bila hampir setiap menu masakan terkandung garam di dalamnya. Garam sendiri adalah suatu mineral yang terdiri dari natrium klorida (40 persen natrium dan 60 persen klorida). Garam penting bagi tubuh, tetapi bukan berarti garam harus dikonsumsi secara berlebih.

Ion natrium klorida dibutuhkan oleh tubuh, dalam jumlah kecil, untuk mengatur kandungan air di dalamnya. Natrium tidak hanya dibutuhkan untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, tetapi juga untuk membantu dalam transmisi impuls saraf ke otak. Selain itu, natrium, juga berperan dalam kontraksi dan relaksasi otot kita. Karena natrium dapat menarik cairan seperti magnet, asupan garam berlebih akan menyebabkan retensi (penahanan) air berlebih di tubuh.

Kebutuhan asupan garam pada setiap orang berbeda-beda. Direkomendasikan untuk mengasup natrium sebanyak 1.500 mg hingga 2.300 mg perhari, tergantung dari usia atau kondisi kesehatan yang dimiliki (seperti diabetes, tekanan darah tinggi atau penyakit ginjal kronik).

Badan Kesehatan Dunia (WHO), menyarankan asupan natrium setiap orang adalah sebanyak satu sendok teh atau sekitar 2,323 mg natrium atau 5 gram garam setiap harinya.

Sumber: tribunnews.com

Friday, March 2, 2012

Waspada! Konsumsi Garam Berlebih Picu Hipertensi

Konsumsi garam yang berlebihan menjadi salah satu pemicu penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Data statistik menunjukkan 3 dari 10 orang Indonesia menderita hipertensi.

Kasus ini telah menjadi perhatian pemerintah sehingga Departemen Kesehatan hanya menyarankan agar masyarakat membatasi konsumsi garam hingga kurang dari enam gram atau setara sekitar 1 sendok teh dalam sehari.

"Garam itu sendiri tidak hanya terdapat dalam garam dapur, namun juga terdapat dalam berbagai makanan jadi sangat susah memberikan kesesuaian konsumsi garam yang disarankan," ungkap Prof. C. Hanny Wijaya, Head of Food Chemistry Division at IPB saat peluncuran Tropicana Slim Low Fat Noodles di Jakarta, Rabu (25/1/2012).

Dibandingkan kaum pria, wanita lebih berisiko terkena hipertensi. "Biasanya kaum wanita senang sekali mencicipi makanan, tapi malas menyantap makanan sendiri lalu memilih makanan di luar yang kandungan garamnya banyak," ungkapnya.

Kondisi ini diperparah dengan fungsi garam mempunyai kemampuan tingkatkan cita rasa sehingga tidak jarang makanan mempunyai kandungan garam yang berlebihan.

Lalu bagaimana mengatasinya? "Susah untuk pengendalian garam. Paling mudah dikendalikan gaya hidup. Lebih memperhatikan asupan, gizi dan pola kegiatan. Kebiasaan terlalu lama duduk juga harus dihilangkan dan lebih beraktivitas agar garam keluar melalui keringat," ungkapnya.

Di samping itu bisa dilakukan dengan mengonsumsi lebih banyak produk segar, terutama buah dan sayur, membatasi penambahan garam pada masakan, cerdas dalam membaca label, serta mengurangi mengonsumsi makanan olahan yang banyak mengandung garam tersembunyi dan tentunya memilih produk yang rendah garam.

Sumber: tribunnews.com

Thursday, March 1, 2012

4 Tanda Tubuh Kelebihan Konsumsi Garam

Garam merupakan sumber utama natrium dan menjadi unsur yang sangat penting bagi kesehatan. Tubuh kita membutuhkannya untuk membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu mengirimkan impuls saraf dan proses kontraksi dan relaksasi otot.

Namun, konsumsi garam dalam jumlah berlebihan dapat merugikan kesehatan, yang dapat menyebabkan gangguan keseimbangan kalsium dan menyebabkan penyakit darah tinggi, sehingga memicu risiko penyakit jantung.

Menurut ahli gizi, tubuh memerlukan 1000 mg garam setiap hari. Sayangnya, masih banyak orang yang mengonsumsi lebih dari takaran tersebut. Sudah Anda bisa tahu, apakah tubuh Anda mengalami kekurangan atau kelebihan garam, berikut beberapa tanda tubuh kelebihan mengonsumsi garam, seperti dilansir melalui Boldsky, Senin (20/2).

Tekanan Darah Naik

Asupan garam berlebihan akan meningkatkan jumlah natrium dalam darah. Ketidakseimbangan ini membuat ginjal kesulitan untuk membuang kelebihan air dari dalam tubuh. Tekanan pada pembuluh darah dan kelebihan air di dalam tubuh meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah memicu risiko penyakit jantung, gagal ginjal atau gangguan otak jika tidak terkontrol.

Mudah Haus

Ketika terlalu banyak garam dalam tubuh, maka tubuh memerlukan air untuk mencairkan kandungan garam dalam darah. Umumnya, sel-sel tubuh melepaskan simpanan air untuk mengencerkan garam dari darah. Sel-sel membutuhkan air untuk bekerja dan inilah yang menyebabkan Anda merasa lebih mudah haus setelah makan garam.

Tekanan Darah Meningkat

Asupan garam berlebihan akan meningkatkan jumlah natrium dalam darah. Ketidakseimbangan ini membuat ginjal kesulitan untuk membuang kelebihan air dari dalam tubuh. Tekanan pada pembuluh darah dan kelebihan air di dalam tubuh meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah memicu risiko penyakit jantung, gagal ginjal atau gangguan otak jika tidak terkontrol.

Mudah Haus

Ketika terlalu banyak garam dalam tubuh, maka tubuh memerlukan air untuk mencairkan kandungan garam dalam darah. Umumnya, sel-sel tubuh melepaskan simpanan air untuk mengencerkan garam dari darah. Sel-sel membutuhkan air untuk bekerja dan inilah yang menyebabkan Anda merasa lebih mudah haus setelah makan garam.

Kembung

Kurangnya air dalam tubuh karena garam berlebihan menyebabkan kembung. Garam dapat menahan air pada tubuh dan dapat menyebabkan kembung. Mengkonsumsi banyak air putih akan membantu mengeluarkan atau kelebihan garam natrium dari tubuh.

Jarang Buang Air Kecil

Ginjal membantu mengencerkan garam dengan memperlambat produksi urin dan konservasi air. Anda mungkin merasa sensasi terbakar setelah buang air kecil. Hal ini terutama karena kelangkaan air yang menyebabkan pembakaran pada saat buang air kecil.

Jika Anda menghadapi tanda-tanda seperti di atas, sebaiknya Anda mengurangi asupan garam dan segera lakukan tes darah untuk konfirmasi. Minum banyak air sehari-hari dan kurangi makanan asin. Beralih mengonsumsi sayuran segar dan buah-buahan lebih baik.

Sumber: ghiboo.com