Assalamu'alaikum wr wb.
Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah acara televisi tentang keuangan dimana seseorang menelepon dan meminta nara sumber memberikan saran tentang rencananya mengagunkan rumahnya untuk membeli reksadana. Dalam hati saya berkata, apakah kondisi dunia investasi di indonesia sudah separah itu?
Beberapa bulan yang lalu saya berkunjung ke kantor sekuritas tempat saya membuka account saham untuk meminta laporan keuangan account saya, ketika sedang asik ngobrol dengan cs yang sudah kenal lama tiba-tiba ada telepon dari seorang nasabah baru yang marah-marah dan bertanya kenapa di surat konfirmasi tercetak angka 10 ribu saham sementara waktu brokernya telepon cuma bilang 20. Apanya yang salah?
Dari kejadian tersebut saya jadi seperti merasa punya tanggung jawab menulis soal investasi menurut pengalaman dan pengetahuan saya selama ini. Insya Allah, saya akan coba menulis beberapa kiat dan pengalaman saya dalam berinvestasi di paper aset. Saya berharap tulisan ini dapat membantu dan menjadi bahan diskusi untuk meningkatkan kesejahteraan kita semua.
Tulisan 1
"Bagaimana berinvestasi reksadana yang benar?"
A. Apa itu reksadana? (oke silahkan dijawab dulu sebelum membaca kelanjutannya)
Reksadana dalam bahasa inggris adalah mutual fund (mutual = bersama, fund = dana). Reksadana berarti dana bersama. Apapun jawaban Anda dari pertanyaan di atas, kalau intinya adalah sekumpulan orang yang menyetorkan dananya yang kemudian dana tersebut diinvestasikan dalam beberapa instrumen investasi terdiversifikasi yang dikelola oleh orang atau badan yang menamakan diri manajer investasi, maka pengertian awal Anda tentang reksadana sudah benar.
Jadi, secara gampang, reksadana adalah sekumpulan orang yang menyetorkan dananya yang kemudian dana tersebut diinvestasikan dalam beberapa instrumen investasi terdiversifikasi yang dikelola oleh orang atau badan yang menamakan diri manajer investasi.
Kata kuncinya adalah sekumpulan orang, terdiversifikasi, dan manajer investasi.
B. Sebelum Anda membeli reksadana.
Anda diharuskan membaca prospektus reksadana yang diterbitkan oleh manajer investasi. Investigasi hal penting yang harus dibaca, antara lain
1. Siapa saja manajer investasinya, cari info tentang orang-orang tersebut di media lain atau internet untuk mengetahui track record nya.
2. Siapa saja yang menempatkan dana awal, biasanya perusahaan induk atau koperasi dan perusahaan lain dan individu (orang dalam) yang dekat dengan manajer investasi. Cari info apakah ada masalah (misalnya hutang) dari mereka yang menempatkan dana awal.
3. Berapa umur reksadana. Semakin berumur semakin banyak info yang bisa Anda peroleh dan mengurangi resiko cukup banyak, kecuali Anda termasuk "orang dalam". Semakin berumur, Anda dapat mengetahui sebaik apa kinerjanya.
4. Kinerja reksadana. Berapa persen hasil yang bisa diharapkan dari membeli reksadana ini, berapa hasil investasi 1 tahun, 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun, dst. Apakah kinerjanya stabil atau tidak. Bagaimana kinerja hasilnya dibandingkan dengan reksadana lain dan index harga saham gabungan (IHSG).
5. Apakah ada kasus atau skandal yang menimpa reksadana ini sebelumnya. Anda membeli reksadana untuk cari aman, betul?
6. Berapa setoran Awal, besarnya fee, dan biaya lainnya.
Telepon dan kunjungilah semua manajer investasi yang Anda ingin ketahui prospektusnya. Prospektus dapat dikirim ke rumah kalau Anda minta. Anda cukup meminta saja dan rata-rata perusahaan manajer investasi sudah senang Anda meminta prospektus, itung2 promosi gratis, dan mereka kemungkinan besar tidak akan bertanya hal detil mengenai Anda atau keuangan Anda. Kalo ditanya (biasanya kalo yg Anda menelepon sales) cukup jawab "Saya mau pelajari prospektusnya dulu. Tolong segera dikirim. Terima kasih."
Dari semua prospektus dan hasil investigasi 5 hal di atas, buat tabel dan pilih 1 atau 2 reksadana yang paling sesuai dengan diri (favorit) Anda.
C. Berapa dana yang akan Anda investasikan dan berapa lama dana tersebut tidak akan Anda gunakan?
Gunakan hanya dana yang betul-betul tidak Anda pakai, alias dana nganggur yang dalam hal ekstrim kalau hilangpun hidup Anda tidak akan runtuh !
Jangan gunakan uang dapur, jangan gunakan tabungan sekolah Anak Anda, dan jangan berhutang untuk membeli reksadana.
Mungkin Anda menabung untuk membeli mobil baru yang menurut perkiraan akan cukup tabungan uangnya dalam 3 tahun. Dana seperti ini boleh Anda gunakan.
Mungkin tiba-tiba Anda dapat warisan dan belum ada rencana untuk digunakan dalam 5 tahun, dana ini bisa Anda buat berinvestasi reksadana. Hasilnya sebagian boleh Anda sumbangkan untuk amal agar Allah SWT dan arwah orang tua Anda senang. Kalau ikhlas, boleh sebagian dikirim atau traktir saya.
D. Jenis reksadana
Reksadana terbagi menjadi 4, antara lain reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran/terproteksi. Kinerja hasil yang diharapkan semakin besar biasanya sesuai urutan berikut: reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.
E. Exit strategy
Berapa uang yang Anda harapkan dapat diperoleh dari reksadana Anda dan berapa lama.
Misal reksadana A memberikan hasil 15% untuk 1 tahun, 25% untuk 2 tahun, 50% untuk 3 tahun. Reksadana B memberikan hasil 20% untuk 1 tahun, 30% untuk 2 tahun, 70% untuk 3 tahun. Anda ingin punya uang 150 juta dalam waktu 3 tahun, maka Anda cukup menginvestasikan 100 juta di reksadana A kalau menurut Anda kinerja hasil 15%-25%-50% cukup nyaman Anda terima, atau investasi 90 juta di reksadana B kalau hasil 20%-30%-70% cukup nyaman Anda terima.
Kinerja hasil reksadana adalah kinerja masa lampau, maka dari itu dibawahnya selalu ditulis disclaimer seperti ini "kinerja hasil diatas merupakan kinerja masa lampau dan bukan merupakan petunjuk kinerja hasil dimasa datang."
Karena sudah dicantumkan dalam disclaimer, maka Anda harus berhati-hati dan tidak terlena dengan janji kinerja hasil dari data dimasa lampau, Anda harus menentukan berapa banyak resiko yang bisa Anda tanggung karena dalam dunia investasi awam ada jargon berbunyi hasil besar resiko besar, hasil kecil resiko kecil (high gain high risk, low gain low risk).
F. Resiko
Hubungan antara hasil investasi dengan resiko adalah
H = R + K
Hasil = Resiko + Kontrol
Karena dalam investasi reksadana Anda menyerahkan uang Anda ke manajer investasi yang berkuasa penuh untuk membelanjakan uang Anda untuk investasi apapun, maka nilai Kontrol Anda menjadi nol. Jadi rumusnya menjadi
H = R
atau
Hasil = Resiko.
Jadi benar di reksadana berlaku High Gain High Risk. Investasi tanpa Kontrol (nilai Kontrol = nol) oleh Robert Kiyosaki didefinisikan sebagai investasi orang rata-rata atau orang awam.
Dalam kenyataannya, resiko ada di semua hal, bahkan menurut saya resiko menyeberang di jalan protokol lebih besar daripada membeli reksadana sambil merem, apalagi menyeberang jalan protokolnya sambil merem.
Pilihan bijak dalam jenis reksadana dan resikonya memberitahukan Anda berapa besar resiko yang bisa Anda tanggung atas uang nganggur yang mungkin bisa Anda hilangkan.
G. Action
Hubungi manajer investasi pilihan Anda, buka account, ikuti peraturannya, dan usahakan tersenyum saat uang Anda berpindah ke rekening manajer investasi (every good buy done with smile). Bayangkan hasil yang akan Anda dapat karena Anda telah mengerjakan pe-er Anda.
H. Pantau manajer investasi Anda dan berita seputar reksadana
Hidup seperti biasa dan update selalu berita2 serta info2 terkini mengenai manajer investasi Anda. Anda harus tahu lebih dulu kalau-kalau manajer investasi Anda terkena penarikan uang (redeemption) besar besaran (rush) atau kalau manajer investasi Anda ternyata terkait suatu skandal keuangan. Jika ada hal extreme seperti kondisi politik yang tidak mendukung, resiko keamanan, bom dll, jangan takut untuk segera menjual reksadana Anda. Ingat, Anda tidak punya kontrol sama sekali terhadap investasi yang manajer investasi Anda beli, dan karena berbagai alasan sangat sulit untuk manajer investasi menjual seluruh investasinya dalam waktu singkat jika terjadi hal ekstrim yang tidak diinginkan.
I. Kesimpulan
Dalam berinvestasi reksadana, Anda seharusnya percaya 100% dengan manajer investasi pilihan Anda. Karena investasi yang dibeli oleh manajer investasi kepercayaan Anda sudah diperhitungkan masak-masak dengan ilmu yang mereka punya. Percuma menilai kinerja reksadana hanya dalam waktu 1-2 bulan sementara manajer investasi Anda membeli investasi yang diperkirakan akan memberikan hasil dalam 1 tahun.
Banyak orang menyamakan investasi reksadana dengan investasi deposito dimana dalam deposito hasilnya dapat dilihat tiap bulan. Dalam deposito, perkembangan uang Anda dapat berupa garis lurus ke atas (gradient), sementara dalam reksadana, perkembangan uang Anda akan menyerupai gelombang (polynomial).
Jadi dalam berinvestasi di reksadana, tentukan berapa uang yang Anda ingin peroleh (exit), tentukan berapa lama (time horizon), dan berapa dana awal nganggur yang dibutuhkan (modal), kemudian Anda harus percaya penuh dengan manajer investasi Anda selama time horizon yang Anda pilih. Kalau Anda tidak bisa percaya penuh dengan manajer investasi Anda, cari manajer investasi lain yang bisa Anda percaya. Jangan percaya omongan sales yang memberikan data hasil masa lampau, Anda sudah tau kalau ada disclaimer-nya sekarang.
Selamat berinvestasi reksadana.
Jagalah kesehatan dan uang Anda baik-baik.
Ferdi Ramdhon
Saturday, June 7, 2008
Friday, May 23, 2008
Ebook Gratis Bagaimana Cara Menjual Ide atau Keahlian Anda dengan Laris di Internet
Ebook Gratis yang menarik sekali isinya:
"Bagaimana Anda Bisa Mendapatkan Keuntungan Sedikitnya Rp. 500.000,- setiap hari dengan hanya Menjual APAPUN IDE, HOBI Atau Keahlian Anda Tanpa Pernah DITOLAK Melalui Media INTERNET"
Gratis download di http://www.onlinesalesmagic.com/
"Bagaimana Anda Bisa Mendapatkan Keuntungan Sedikitnya Rp. 500.000,- setiap hari dengan hanya Menjual APAPUN IDE, HOBI Atau Keahlian Anda Tanpa Pernah DITOLAK Melalui Media INTERNET"
Gratis download di http://www.onlinesalesmagic.com/
Monday, May 12, 2008
My First Stock Buying in July 2000
Saya membeli saham pertama saya bulan Juli 2000, waktu itu saya beli saham telkom (TLKM), dan minggu depan sudah untung 11%, dan karena gak ada yang kasih tau untuk jual untuk ambil profit akhirnya saya malah rugi 8%. Tapi saya belajar satu hal yang namanya "gak boleh serakah".
Waktu saham naik saya merasa sangat percaya diri dan mulai menambah lot sampai kemudian saham mulai turun tetapi dengan masih percaya diri yakin bahwa nanti akan naik lagi tapi kenyataannya malah turun terus sampai akhirnya frustasi dan jual dengan loss 8% dan kapok main saham lagi :)
Tapi untungnya saya gak cairkan deposit uang saya di sekuritas sehingga saya kemudian tertarik untuk mencoba lagi. Hal berikutnya yang saya lakukan adalah memborong buku tentang saham yang saya kira bagus di gramedia, kalo gak salah waktu itu habis 800an ribu, dan baca terus di rumah dan di bis (waktu itu saya masih jadi karyawan dan naik bis pula karena uangnya buat main saham, untungnya masih single jadi gak ada yang marah uang saya dihabiskan buat apapun). Saya nongkrong warnet beberapa malam berturut-turut baca semua info tentang saham yang saya temukan di internet, belajar analisa fundamental, analisa teknikal, elliot wave, candle stick, dll sampai saya ketemu web yang namanya mainsaham.com. Situs mainsaham.com adalah forum para trader, penjudi, dan investor saham tapi kebanyakan tradernya, saya belum cek apakah situs ini masih ada atau tidak tetapi saya bertemu dengan banyak orang yang punya ketertarikan yang sama soal investasi saham dan masih berhubungan baik sampai sekarang. Karena forum mainsaham.com sudah mulai ditunggangi oleh kepentingan institusi besar (kalo gak mau dibilang bandar), akhirnya beberapa trader berinisiatif membangun forum baru yang ingin lebih bersih bernama klubsaham.com.
Saya menyarankan action members yang serius belajar saham untuk mendaftar dan mengunjungi www.klubsaham.com terutama bagian Knowledge untuk meningkatkan IQ Saham Anda :)
Akhir2 ini kadang agak sulit membuka www.klubsaham.com karena bandwidth-nya sudah mulai gak cukup lagi. Untuk diketahui, forum klubsaham bukan profit oriented tapi biaya operasionalnya ditanggung oleh para founder dan para dermawan. Jadi kalo Anda merasa telah mendapat manfaat dari forum tersebut, boleh lah sisihkan keuntungan Anda dari saham untuk klubsaham.com :)
Hari ini saya bermain sudah sangat berbeda sekali dengan 8 tahun lalu, salah satunya adalah saya gak main di bluechip lagi seperti saham telkom, indosat, inco, bank mandiri, bumi, astra internasional, semen gresik, dll. Bukan karena saya gak suka main bluechip stock, tapi potensi profitnya kurang dahsyat dibanding saham level 2, level 3 atau level 7 kalo berani, padahal cara analisanya semua sama cuma beli saham blue chip itu relatif lebih aman untuk kantong dan jantung Anda karena pergerakan harganya cukup enak dilihat, bayangkan kalau beli saham level 7 yang harganya cuma 50 perak dengan saham beredar cuma 100 juta maka naik/turun 5 perak aja sudah untung/rugi 10% dan karena kapitalisasinya cuma 5 milyar, cukup mudah untuk bandar yang punya duit banyak memanipulasi pergerakan saham ini untuk mencari untung minimal 100% dengan waktu singkat, tapi kalo kita tau caranya kita malah bisa ikut untung dengan si bandar ini, ingat salah satu kuncinya adalah yang saya sebut di atas yaitu "gak boleh serakah".
Hari ini saya lebih paham dengan investasi saham sebenarnya, seperti Mr. Warren Buffet bilang, "saya membeli saham bukan untuk dijual" dan "time horizon rata-rata saya memiliki suatu saham adalah tak terhingga alias gak pernah niat untuk dijual" sehingga saya gak menghabiskan waktu seharian di depan monitor trading lagi :) Tapi kalo ada saham yang sesuai dengan kriteria saya untuk trading ya saya trading juga :)
Ada 5 keterampilan/skills yang dibutuhkan untuk menjadi master saham atau sophicticated stock investor, yaitu:
1. Keterampilan mencari/menemukan saham yang sesuai kriteria kita
2. Keterampilan analisa fundamental (value)
3. Keterampilan analisa teknikal
4. Keterampilan untuk membaca pasar
5. Keterampilan membaca pergerakan uang besar atau sektor
Insya Allah kapan-kapan saya tulis/terangkan mengenai keterampilan tsb satu-satu.
Tapi semua keterampilan di atas menjadi mandul dan tidak berguna kalau keterampilan yang satu ini tidak Anda bisa lakukan. Keterampilan utama ini adalah keterampilan mencari informasi. Information is a key. Cari informasi dimanapun, dari teman investor, internet, broker, koran, majalah, emiten, dll.
Segitu dulu, mudah-mudahan bermanfaat.
Waktu saham naik saya merasa sangat percaya diri dan mulai menambah lot sampai kemudian saham mulai turun tetapi dengan masih percaya diri yakin bahwa nanti akan naik lagi tapi kenyataannya malah turun terus sampai akhirnya frustasi dan jual dengan loss 8% dan kapok main saham lagi :)
Tapi untungnya saya gak cairkan deposit uang saya di sekuritas sehingga saya kemudian tertarik untuk mencoba lagi. Hal berikutnya yang saya lakukan adalah memborong buku tentang saham yang saya kira bagus di gramedia, kalo gak salah waktu itu habis 800an ribu, dan baca terus di rumah dan di bis (waktu itu saya masih jadi karyawan dan naik bis pula karena uangnya buat main saham, untungnya masih single jadi gak ada yang marah uang saya dihabiskan buat apapun). Saya nongkrong warnet beberapa malam berturut-turut baca semua info tentang saham yang saya temukan di internet, belajar analisa fundamental, analisa teknikal, elliot wave, candle stick, dll sampai saya ketemu web yang namanya mainsaham.com. Situs mainsaham.com adalah forum para trader, penjudi, dan investor saham tapi kebanyakan tradernya, saya belum cek apakah situs ini masih ada atau tidak tetapi saya bertemu dengan banyak orang yang punya ketertarikan yang sama soal investasi saham dan masih berhubungan baik sampai sekarang. Karena forum mainsaham.com sudah mulai ditunggangi oleh kepentingan institusi besar (kalo gak mau dibilang bandar), akhirnya beberapa trader berinisiatif membangun forum baru yang ingin lebih bersih bernama klubsaham.com.
Saya menyarankan action members yang serius belajar saham untuk mendaftar dan mengunjungi www.klubsaham.com terutama bagian Knowledge untuk meningkatkan IQ Saham Anda :)
Akhir2 ini kadang agak sulit membuka www.klubsaham.com karena bandwidth-nya sudah mulai gak cukup lagi. Untuk diketahui, forum klubsaham bukan profit oriented tapi biaya operasionalnya ditanggung oleh para founder dan para dermawan. Jadi kalo Anda merasa telah mendapat manfaat dari forum tersebut, boleh lah sisihkan keuntungan Anda dari saham untuk klubsaham.com :)
Hari ini saya bermain sudah sangat berbeda sekali dengan 8 tahun lalu, salah satunya adalah saya gak main di bluechip lagi seperti saham telkom, indosat, inco, bank mandiri, bumi, astra internasional, semen gresik, dll. Bukan karena saya gak suka main bluechip stock, tapi potensi profitnya kurang dahsyat dibanding saham level 2, level 3 atau level 7 kalo berani, padahal cara analisanya semua sama cuma beli saham blue chip itu relatif lebih aman untuk kantong dan jantung Anda karena pergerakan harganya cukup enak dilihat, bayangkan kalau beli saham level 7 yang harganya cuma 50 perak dengan saham beredar cuma 100 juta maka naik/turun 5 perak aja sudah untung/rugi 10% dan karena kapitalisasinya cuma 5 milyar, cukup mudah untuk bandar yang punya duit banyak memanipulasi pergerakan saham ini untuk mencari untung minimal 100% dengan waktu singkat, tapi kalo kita tau caranya kita malah bisa ikut untung dengan si bandar ini, ingat salah satu kuncinya adalah yang saya sebut di atas yaitu "gak boleh serakah".
Hari ini saya lebih paham dengan investasi saham sebenarnya, seperti Mr. Warren Buffet bilang, "saya membeli saham bukan untuk dijual" dan "time horizon rata-rata saya memiliki suatu saham adalah tak terhingga alias gak pernah niat untuk dijual" sehingga saya gak menghabiskan waktu seharian di depan monitor trading lagi :) Tapi kalo ada saham yang sesuai dengan kriteria saya untuk trading ya saya trading juga :)
Ada 5 keterampilan/skills yang dibutuhkan untuk menjadi master saham atau sophicticated stock investor, yaitu:
1. Keterampilan mencari/menemukan saham yang sesuai kriteria kita
2. Keterampilan analisa fundamental (value)
3. Keterampilan analisa teknikal
4. Keterampilan untuk membaca pasar
5. Keterampilan membaca pergerakan uang besar atau sektor
Insya Allah kapan-kapan saya tulis/terangkan mengenai keterampilan tsb satu-satu.
Tapi semua keterampilan di atas menjadi mandul dan tidak berguna kalau keterampilan yang satu ini tidak Anda bisa lakukan. Keterampilan utama ini adalah keterampilan mencari informasi. Information is a key. Cari informasi dimanapun, dari teman investor, internet, broker, koran, majalah, emiten, dll.
Segitu dulu, mudah-mudahan bermanfaat.
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)