Sunday, October 19, 2014

Jenis-jenis investasi populer di indonesia

Jenis-jenis investasi populer di indonesia:

1. Tabungan
2. Deposito
3. Saham
4. Asuransi
5. Obligasi Ritel Negara (ORI)
6. Reksadana
7. Forex (trading mata uang asing)

Perbandingan Tabungan, Deposito, Saham, Asuransi, ORI , Reksadana, Forex  dan Zakat: 

A. Untuk Bunga

- Tabungan menghasilkan Bunga 2% per tahun
- Deposito menghasilkan Bunga 6% per tahun
- Saham menghasilkan 1-1000% per capital gain
- Asuransi menghasilkan bunga rata-rata 6% per tahun (gak jauh beda dgn deposito)
- ORI menghasilkan 9,5% per tahun (potong pajak 20%, jadi tinggal 7,5% per tahun)
- Reksadana Saham 18 % per tahun, Reksadana Campuran 12 % per tahun, Reksadana Pasar Uang 7 % per tahun
- Forex menghasilkan bunga 1-100% per capital gain

B. Untuk Tingkat Resiko

- Tabungan, tergantung rasio antara kredit dan debit bank tersebut. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya menjamin maksimum sebesar 2 Milyar rupiah (data tahun 2014, red) per nasabah per bank. Lebih dari itu sisa simpanannya akan dibayarkan dari hasil likuidasi bank tersebut. Low Risk!
- Deposito resikonya sama dengan tabungan. Low Risk!
- Saham resikonya tergantung pada Stabilitas Makro ekonomi dan Global. High Risk!
- Asuransi resikonya sama dengan tabungan. Low Risk!
- ORI resikonya ditanggung pemerintah. Kalo Pemerintahnya tiba-tiba berperang, nilainya akan anjlok drastis. Low Risk!
- Reksadana resikonya ditanggung Manajer investasi, uangnya diputar lagi di saham dan forex. Medium Risk!
- Forex resikonya tergantung pada Stabilitas Ekonomi Global. High Risk!

Thursday, October 16, 2014

421 Service not available (Test kirim email to localhost via mercury)

Karena kebutuhan testing fitur pengiriman email kadang saya butuh setup mail server di localhost.

Jika menggunakan xampp, maka sudah terdapat mail server yang diikutsertakan di dalam paket xampp yang bernama Mercury dan bisa langsung kita pakai.

Ada 2 file configurasi yang harus diperhatikan yaitu php.ini di folder xampp/php dan sendmail.ini di folder xampp/sendmail

di file php.ini cukup di setting:

[mail function]
SMTP = localhost
smtp_port = 25


di sendmail.ini cukup di setting:

smtp_server=localhost
smtp_port=25


Setelah dicoba, mungkin berhasil atau mungkin juga gagal. Kalau gagal, coba buka file log di xampp/sendmail/debug.log

Saya pernah mencoba mengirim email dan gagal, kemudian setelah saya buka file debug.log terdapat error 421 Service not available dan solusinya adalah dengan membuat folder QUEUE di xampp/MercuryMail sehingga kini ada folder xampp/MercuryMail/QUEUE

Demikian sharing yang bisa saya informasikan

Terima kasih,

Ferdi Ramdhon

Wednesday, June 25, 2014

Basic Human Need 2.0

According to Maslow's Basic Human Need

This is the new Basic Human Need called Basic Human Need 2.0


Tuesday, June 17, 2014

Berharganya Nilai 10.000 Jam

Saya menemukan sebuah kalimat menarik, yang bersumber dari buku Outliers, karya Malcolm Gladwell, yakni “10,000 hours of practice is required to achieve mastery”. Berdasarkan kalimat Gladwell ini, dibutuhkan 10.000 jam praktek untuk menjadi master atau seorang ahli. Dalam dunia olahraga, musik, penerbangan, hiburan, kedokteran atau profesi lain, kemungkinan besar hal itu bisa terjadi, meskipun saya yakin ada pengecualian-pengecualian. Tetapi mari kita coba pelajari, apakah hal ini juga berlaku dalam dunia entrepreneurship? Saya akan mencoba menggali dari pengalaman pribadi, bukan karena saya merasa hebat, tetapi untuk mempermudah saja menggali datanya.


Saya masih ingat ketika bekerja di perusahaan terakhir di mana sekitar hampir 9 tahun saya menjadi karyawan di sana. Sebuah perusahaan asing yang bergerak di industri plastik. Di tahun pertama bekerja, saya ditawarkan training ke luar negeri beberapa waktu dengan catatan bersedia menanda tangani kontrak untuk kurun 3 tahun harus terus bekerja di perusahaan itu.

Mendapat tawaran itu, saya tidak langsung mengiyakan, justru banyak berfikir dan balik bertanya ke manajer atasan saya, yakni “Bagaimana masa depan industri plastik ini nantinya ?”, karena menurut pemikiran saya begitu 3 tahun saya bekerja di industri ini, berarti saya sudah menyatakan diri menjadi spesialis di industri tersebut.

Pertanyaan itu membuat atasan saya kaget dan keliatan sedikit bingung atau mungkin malah tersinggung, karena di mana karyawan-karyawan lain sangat mengharapkan memperoleh kesempatan training tersebut, tapi justru saya terkesan mempertanyakan dan kurang menghargai.

Sebagai anak muda yang sedang membentuk masa depan, waktu itu saya merasa bebas untuk menentukan, apakah suatu bidang industri dan perusahaan layak menjadi tumpuan di masa depan atau tidak. Perusahaan tempat saya bekerja pertama kali juga saya tinggalkan di akhir bulan ke-5, karena saya nilai sistem dan masa depan kurang bagus di industri dan perusahaan itu. Termasuk kemungkinan akan ditraining beberapa bulan ke Eropa, dan untuk selanjutnya harus mau terikat kontrak selama 5 tahun wajib bekerja di perusahaan itu.
Akhirnya saya putuskan bersedia untuk ditraining beberapa minggu ke luar negeri dan menanda tangani kontrak bekerja beberapa tahun di perusahaan itu, berarti saya telah memutuskan untuk menjadi spesialis yang benar-benar masuk dan hidup di industri itu.

Menjadi spesialis yang bukan hanya belajar produk, tapi juga berusaha belajar bisnis dan marketnya di industri itu. Memasuki tahun kedua di perusahaan, saya terjangkit virus entrepreneur, dan memutuskan memilih jalur pengusaha sebagai jalan hidup, memulai belajar dan praktik bisnis sambil terus bekerja di perusahaan plastik tersebut.

Akhir tahun 2009 saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari bekerja, yang artinya dari tahun tahun 2001 sampai 2009, saya telah mendalami dunia plastik selama hampir 9 tahun, atau jika kita hitung jamnya: 1 tahun = 365 hari, dikurangi libur rata-rata 110 hari, artinya 255 hari kerja. Dalam sehari bekerja 8 jam, dan di asumsikan 60% atau sekitar 5 jam yang penuh terjun di dunia plastik, artinya sama dengan 255 hari/tahun x 5 jam/hari x 9 tahun = 11.475 jam, saya telah belajar dan praktik di dunia plastik.

Sejak awal 2002 saya belajar dan praktik menjadi pengusaha sembari bekerja, taruhlah saya asumsikan saya belajar di sebagian jam istirahat dan beberapa jam sepulang kerja, serta hari sabtu dan minggu. Ketika hari kerja dari jam 6-jam 10an malam berarti bisa diasumsikan 3 jam, dan sabtu-minggu kita anggap penuh 8 jam kerja, sedangkan hari libur lain kita anggap juga libur dari belajar dan praktek bisnis.

Maka antara 2002-2009 jumlah saya belajar dan praktek bisnis adalah 255 hari kerja/tahun x 3 jam/hari kerja x 8 tahun = sekitar 6.120 jam. Hari sabtu dan minggu saya anggap 70% yang dipakai untuk bisnis, jadi 70% x 96 hari/tahun x 8 jam/hari x 8 tahun = 4.300 jam.

Jadi total jam belajar dan praktek bisnis ketika mengundurkan diri dari bekerja adalah 6.120 jam dihari kerja, ditambah 4.300 jam di sebagian hari Sabtu dan Minggu, jadi total sekitar 10.420 jam. Angka ini tentu bukanlah angka yang seratus persen benar, tapi paling tidak bisa menjadi gambaran yang mendekati.

Kombinasi menjadi spesialis di bidang plastik dan belajar serta praktik menjadi pengusaha dengan total jam terbang masing-masing melebihi 10.000 jam, sekarang saya fahami adalah salah satu modal terpenting, yang membuat kami merasa yakin mengundurkan diri dari pekerjaan, dan memulai dengan serius usaha formal di bidang plastik. Pengalaman itu juga yang membuat bisnis kami lebih cepat berkembang. Selain jam terbang diri sendiri, saya juga menggandeng partner dan anggota tim dengan pengalaman di bidangnya juga melebihi dari 10.000 jam.

Saya lebih senang menyebutnya sebagai telah memiliki kompetensi dan kredibilitas. Maka tidak heran kalau sebagian besar bisnis start up akan berguguran, bahkan konon statistik menyatakan 80% bisnis baru gugur di tahun pertama. Karena kompetensi dan kredibilitasnya belum memadahi.

Bisnis yang gugur atau tidak berkembang belum tentu karena bidang bisnisnya jelek, akan tetapi mungkin karena sang pengusaha dan timnya baru memiliki jam praktek yang sedikit, atau baru tahap proses untuk menjadi ahli. Mungkin baru ratusan jam praktek, atau beberapa ribu jam praktek saja.

Di akhir tulisan ini mari kita bertanya pada diri masing-masing, sudahkah kita belajar dan praktek melebihi 10.000 jam dalam perjalanan menjadi pengusaha sukses? Bukan hanya soal menjadi pengusahanya, tetapi juga soal bidang atau produk yang menjadi usaha kita. Sepuluh ribu jam ini tentu bukan hanya asal praktek, tapi juga disertai semangat, kesenangan dan niat kuat untuk menjalaninya.

Dan selamat menikmati betapa berharganya nilai dari 10.000 jam pengalaman.

Mustofa Romdloni

Tuesday, October 29, 2013

Jack Dorsey - Twitter Co-Founder

Hari-hari Jack Dorsey, Sabtu Merdeka
Tak hanya dikenal dengan ide-ide terobosannya, Jack juga dikenal radikal untuk mengembangkan struktur perusahaan. Jack telah menjadi inspirasi menarik untuk semua pengusaha, bagaimana menjalankan suatu perusahaan. Selain itu, ia juga menjadi contoh pemimpin yang bertanggung jawab.
Menurut Jack, seorang pemimpin memiliki tiga tanggung jawab. Pertama, pemimpin bertanggung jawab membuat managemen bekerja efektif dan efisien, dan memungkinkan untuk memiliki visi sama. Kedua, pemimpin harus bertanggung jawab untuk mengatur dan menjaga komunikasi. Ketiga, pemimpin harus tetap menjaga dana di bank, meski itu dari keuntungan dan investasi. Mengerti sumber dana itu sangat penting, agar mengetahui batasannya.
Meski Jack sibuk dalam dua pekerjaan di Twitter dan Square, ia pun berusaha untuk menghindari stres. Bagi Jack, waktu istirahat terjadi pada Sabtu. Jack menyukai tugasnya dengan teratur dalam sepekan. Senin merupakan waktu untuk rapat dan pertemuan manajemen, Selasa fokus mengembangkan produk. Rabu konsentrasi di marketing. Kamis, membangun mitra di luar. Jumat membangun budaya di perusahaan. Minggu waktu untuk rekrutmen. Sabtu adalah waktu istirahat.

Monday, October 21, 2013

Menyerah


surrender1
Action members,
 
Tadinya untuk catatan Kamis saya kali ini saya ingin menulis tentang sebuah film yang luar biasa inspiratif, yang kita tonton bersama di acara HBH TDA Pusat beberapa waktu lalu. Apalagi kalau bukan film “Crocodile in the Yangtze” yang mengisahkan perjalanan Jack Ma mendirikan Alibaba.com yang fenomenal. Tapi tidak seru kalau saya menuliskan film tersebut dalam sebuah tulisan singkat. Terlalu banyak “sudut pandang” yang bisa diangkat dari film tersebut, sehingga sebuah tulisan tidak cukup mewakilinya. 
 
Maka saya tidak akan menulis sebuah “resensi”, namun hanya ingin mengangkat sebuah karakter manusia yang sebenarnya sangat umum, namun sangat jelas terlihat pada diri seorang pengusaha seperti Jack Ma, yaitu: Pantang Menyerah. 
 
Dalam film tersebut tergambar kegigihan seorang Jack Ma, mulai dari saat mengenalkan internet ke perusahaan dan lembaga pemerintah di RRC, disaat internet belum dikenal. Menjalankan perusahaan yang ditahap awal hanya bisa ‘membakar uang”. Hingga hantaman bertubi-tubi dari kompetitor dengan sumber-daya nyaris tanpa batas. Semua dijawab dengan satu sikap: Pantang Menyerah.
 
Dan saya yakin hampir semua pengusaha mengalami apa yang pernah dihadapi Jack Ma. Dalam bentuk dan skala yang berbeda-beda tentunya.
 
Ada momen-momen dimana seorang pengusaha yang tengah menghadapi tantangan dalam membangun usaha akan mengatakan pada dirinya: Ya sudah lah, nyerah saja. Lempar handuk.
 
Saya berkali-kali menghadapinya. Mungkin Anda juga demikian. 
 
Entah itu situasisasi… eh, situasi keuangan yang sepertinya tidak ada jalan keluarnya. Entah itu tantangan pekerjaan yang sepertinya mustahil dilaksanakan. Entah itu hubungan antar personal yang buruk dan sepertinya tidak bisa diperbaiki.
 
Dan setiap saat itu terjadi, kadang saya juga mempertimbangkan untuk menyerah. 
 
Namun, ada tiga hal yang seringkali kemudian membuat saya menunda untuk menyerah. Tiga hal yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan film yang saya tadinya mau saya bahas, namun menurut saya penting untuk diketahui, dan mungkin juga bermanfaat bagi Anda.
 
Apakah tiga hal tersebut? Coba kita simak satu per satu:
 
Pertama: Seringkali Kita Belum Mengeluarkan Kemampuan Terbaik 
Ini yang paling sering saya alami. Ketika saya hampir menyerah, saya biasanya bertanya pada diri saya sendiri: Apakah saya sudah mengeluarkan kemampuan terbaik saya? Apakah hanya itu yang bisa saya lakukan? Dan, biasanya kalau jujur jawabannya adalah: tidak. 
 
Ternyata dalam banyak kejadian, sebenarnya masih banyak yang bisa saya lakukan tapi belum atau tidak mau saya lakukan. Contohnya, dalam sebuah kesempatan, perusahaan saya nyaris tidak bisa mengikuti sebuah lelang pekerjaan karena dokumen kami tidak lengkap. Untuk melengkapinya tinggal tersisa satu hari, dan sepertinya mustahil karena melibatkan pihak lain. Kami hampir menyerah. Lalu saya memikirkan pertanyaan di atas. Dan ternyata banyak hal yang masih bisa kami lakukan. Dan setelah dilakukan, ternyata tidak sesulit yang diduga, dan tantangan bisa diselesaikan.
 
Jadi persoalannya ternyata tinggal mau melakukan atau tidak. 
 
Jika kita memutuskan menyerah, jalan keluar langsung tertutup. Namun ketika kita bersedia melakukan yang masih kita bisa lakukan, apapun itu, jalan keluar pun ternyata terbuka.
 
Kedua: Kebanyakan yang Memutuskan “Menyerahlah!” adalah Orang Lain.
 
Nah ini yang paling seru. Setelah saya pikir dan hitung, ternyata yang sering mengatakan “sudahlaah… menyerah saja” itu kebanyakan adalah orang lain. Bukan diri kita sendiri. Tentu dengan bahasa, kata-kata, dan cara mengucapkan yang berbeda-beda.
 
Kadang-kadang terbungkus rapi dalam kalimat-kalimat manis menghibur yang memuat “sugesti” yang sama: menyerahlah.
 
Contohnya disaat awal membangun usaha dan belum langsung bisa berjalan lancar, banyak teman yang datang menghibur. “Wajarlah belum pernah punya pengalaman bisnis, yaa kalau mau tutup ya tutup aja, wajar kok”. “Biasalah itu cash-flow amburadul, itu tanda nya belum siap punya usaha”. “Gak apa-apa menyerah hari ini, nanti bangkit kemudiaaan”. Terdengar akrab di telinga?
 
Pesan dari kalimat-kalimat menghibur tadi cuma satu: Menyerahlah!
 
Lha kok keputusan menyerah datangnya dari orang lain? Ini yang sulit diterima. Apalagi kita sampai hanyut dengan pernyataan-pernyataan tersebut, dan benar-benar menyerah. 
 
Sebelum menerima “keputusan orang lain” tadi, coba kita tanyakan lebih dahulu kepada diri kita: Benarkah kita ingin menyerah sekarang? Apa dampak keputusan menyerah hari ini terhadap pencapaian cita-cita kita? Bagaimana kita akan menceritakan keputusan menyerah ini kepada orang-orang yang kita cintai?
 
Waah kalau sudah ditanya begitu biasanya kita akan katakan: eeits… tunggu dulu, Saya belum mau menyerah.
 
Ketiga: Seringkali Jalan Keluarnya Sudah Kita Miliki
 
Yang kadang bikin puyeng dan ingin menyerah adalah karena kita belum-belum berasumsi bahwa persoalan yang kita hadapi tidak bisa kita selesaikan sendiri tanpa peran, bantuan, maupun sumber-daya dari pihak lain. Sehingga ketika bantuan tidak ada, kita ingin menyerah.
 
Contohnya saat keuangan sedang kritis, biasanya kita langsung berpikir, siapa yang bisa bantu? Siapa yang bisa memberikan dana talangan? Mau ngutang kemana? Akhirnya malah jadi sibuk nambah hutang, dan kelak menciptakan masalah baru. Dan kalau gak ada yang membantu, lebih gawat lagi, jadi gak melakukan apapun. Dan menyerah.
 
Padahal coba kalau ditanyakan lagi: betulkah kita memerlukan “bantuan” tersebut? Dalam banyak kasus, justru ternyata tidak diperlukan.
 
Saya pernah menghadapi situasi demikian. Saat punya kewajiban keuangan yang sepertinya tidak ada jalan keluarnya, ternyata ketika berdiskusi dengan pihak yang menagih malah muncul gagasan menyelesaikan kewajiban dengan jasa yang kami berikan. Ternyata solusinya tidak perlu mencari jauh-jauh. Sesuatu yang sudah kami miliki sendiri.
 
Langsung menggantungkan diri pada penyelesaian dari luar sana, tanda disadari malah menjadi penegasan, bahwa kita memang tidak mampu, bahwa kita tidak bisa, bahwa kita tidak layak. Ini kan bahaya. 
 
Padahal semua manusia sudah dibekali dengan kemampuan terbaik, yang akan bisa menyelesaikan banyak persoalan. 
 
Dalam menjalankan usaha, dalam kehidupan berumah-tangga, dalam kehidupan bermasyarakat, ataupun dalam mengelola organisasi komunitas, bisa jadi kita dihadapkan tantangan yang sepertinya tidak ada jalan keluarnya. Namun sebelum kata menyerah terucap, pertimbangkan tiga hal tadi.
 
Salam sukses, menebar rahmat.
 
 
Fauzi Rachmanto
@fauzirachmanto

Sunday, October 20, 2013

Tanpa Mahkota

Mahkota, sejak lama menjadi simbol kekuasaan. Para raja jaman dahulu mengenakan mahkota. Karenanya jaman dahulu orang banyak yang mengincar “Mahkota”. Berbagai upaya dilakukan supaya berkesempatan menjadi orang yang mengenakan mahkota.

Namun tidak untuk seorang George Washington. Konon, dahulu ketika negara baru bernama Amerika Serikat berperang melawan Kerajaan Inggris yang ingin tetap menguasai tanah Amerika, para pendiri Amerika Serikat sempat menawarkan untuk memahkotai Jenderal Washington. Argumentasi nya adalah, dengan memiliki seorang Raja, maka rakyat Amerika akan lebih bersatu dalam melawan Kerajaan Inggris.

Konon Washington menolak mentah-mentah gagasan ini. Dan menyatakan bahwa: Rakyat Amerika-lah yang harus dimahkotai, bukan seorang George Washington.
Saya mendapatkan cerita ini dari buku “Breakthrough Company” karya Keith McFarland. Entah cerita ini berdasarkan fakta sejarah atau tidak. Namun gagasan yang terkandung di dalamanya sangat menarik. Bahwa seorang pemimpin sejati, akan memilih untuk menolak penghormatan jika itu untuk diri pribadi nya. Karena bagi nya, seharusnya orang-orang yang dipimpinnya-lah yang layak mendapat penghormatan.

Saya teringat dengan cerita ini ketika sedang mengadakan perjalanan mengunjungi beberapa kota di Indonesia untuk bertemu teman-teman pengurus TDA. Melanjutkan perjalanan bulan-bulan sebelumnya. Bulan ini saya berkesempatan bertemu dengan teman-teman di Medan, Mataram, Makasar dan Manado. Semangat yang ditunjukkan oleh teman-teman umumnya sama, bahwa mereka semua sepakat untuk “Memahkotai TDA” bukan memahkotai diri sendiri. Segala upaya, segala kesibukan, dilakukan tidak untuk mendatangkan pujian atau penghormatan untuk diri sendiri. Namun untuk kemanfaatan bagi TDA dan anggota-anggotanya.

Dengan mengamati kiprah mereka secara langsung, saya tahu bahwa mereka tidak sedang membangun monumen untuk dirinya sendiri. Namun membangun sebuah sistem yang akan melayani anggota, untuk saat ini dan dimasa yang akan datang.

Dan ini sejalan dengan budaya yang terus kita bangun di TDA. Pengurus boleh berganti, namun aktivitas di TDA harus terus berjalan dan terus membawa kemanfaatan untuk anggota dan masyarakat. Sekalipun jika kelak kita sebagai individu-individu pengurus tidak dikenang, yang penting aksi nyatanya yang membawa perubahan. Inilah wujud keikhlasan. Dan TDA di seluruh Indonesia, saya rasakan sangat kental dengan keikhlasan pengurus-pengurusnya.

Ada sebuah ungkapan yang sangat saya sukai, dan sering saya ulang: “Tanamlah benihnya dan pergilah. Siapapun yang memanen buahnya, biarlah dia memanennya.”

Begitulah jika keikhlasan sudah hadir di hati. Tidak ada lagi hitung-hitungan, siapa yang kelak akan menerima manfaat.

Tunggu… Itu kalau di organisasi. Bagaimana dengan perusahaan?
Prinsipnya sama. Anda bisa memilih untuk “memahkotai diri sendiri” atau “memahkotai perusahaan”.
Mereka yang sibuk memahkotai diri sendiri akan sibuk dengan atribut, hiasan, dan simbol-simbol “kesuksesan”. Begitu usaha bisa mendatangkan cash lebih sedikit saja, maka yang terpikirkan adalah bagaimana untuk mengangkat diri sendiri, terkadang lupa bahwa yang harus dibesarkan adalah perusahaan. Bukan nama atau citra pemiliknya. Dan godaan menuju kesana dewasa ini sangat banyak.

Mahkota nya pun beraneka ragam. Saya telah menyaksikan pengusaha-pengusaha muda yang sangat menjanjikan, namun pada akhirnya sibuk dengan urusan memahkotai diri nya, sehingga usaha nya tdk berkembang optimal. Kesibukan membangun citra sampai-sampai menyita waktu lebih banyak dibanding mengurus usaha. Belum lagi urusan aksesoris sebagai “pengusaha sakses” yang wajib dimiliki. Mulai dari kendaraan, gadget, lingkungan pergaulan.

Terkadang jadi lupa, bahwa sesungguhnya yang harus dimahkotai adalah perusahaannya. 
Tentu ada juga contoh sebaliknya. Cukup banyak juga. Sahabat-sahabat pengusaha yang hidupnya tetap sederhana, minim publisitas, jauh dari selebritas, namun hasil kerja nya luar biasa. Karena mereka memilih untuk memahkotai perusahaannya, dan tetap ikhlas sekalipun dirinya mungkin dianggap “tiada”.

Mungkin karena sudah panggilan jiwa, maka tidak penting lagi apakah diri nya yang menyandang pujian, atau orang lain. Bagi mereka, senyum yang mengembang di bibir pelanggan, tawa para karyawan, dan kepuasan mitra usahanya, sudah cukup.

Para aktivis TDA, yang bekerja ikhlas tidak demi nama pribadinya. 
Para pengusaha, yang bekerja ikhlas tidak demi kejayaan pribadinya.
Mereka akan tetap besar, sekalipun tanpa mahkota.

Monday, May 6, 2013

Trilyunan rupiah di bisnis kelautan


Apakah Anda tahu berapa trilyun rupiah perputaran uang di bisnis bidang kelautan di Indonesia?



Bayangkan, menurut perhitungan para ahli kelautan dan info dari berbagai institusi dunia, hasil tangkapan di laut Indonesia mencapai 52% dari total produksi tangkapan hasil laut di seluruh negara dalam setahun.

Bahkan menurut FAO, badan PBB yang menaungi berbagai info tentang pangan dan pertanian, Indonesia merupakan produsen ikan terbesar di dunia, dengan data tahun 2006 menghasilkan bobot produksi sebanyak 87,1 juta ton.


Itu pun masih belum semua peluang digarap. Masih banyak bagian dan peluang

Bapak Yuri Pratama adalah salah satu pelaku usaha kelautan yang telah memiliki banyak lokasi usaha di berbagai pesisir pulau-pulau di Indonesia. Berbeda dengan banyak pengusaha mapan yang cuma ingin hidup tenang, Yuri rupanya ingin menggiatkan usaha di sektor kelautan dengan mengajak masyarakat sebagai partner, karena bisnis di sektor kelautan yang menurut ahli kelautan bernilai sekitar 14.994 trilyun rupiah ini akan lebih baik jika dijalankan bersama-sama dan bisa menghidupi masyarakat terutama masyarakat di sekitar pesisir pulau.

Berkat usahanya yang gigih, bapak Yuri telah menerima beberapa kali penghargaan, dan usahanya untuk membagi ilmu usaha kelautan ke masyarakat mendapat sambutan dan dukungan dari banyak pihak, dan diundang untuk menjadi dosen tamu di beberapa pelatihan dan lembaga seperti LPPM UI dan Rhenald Khasali School of Entrepreneur.

Bekerja sama dengan bapak Yuri, kami dari komunitas bisnis menyelenggarakan sebuah workshop sambil travel yang kami namakan Edubiztrip untuk membantu Bapak dan Ibu sekalian melihat peluang-peluang usaha apa saja di bidang kelautan sekaligus berkeliling pulau di Indonesia, melihat langsung kecantikan pantai pasir putih, dan menikmati keindahan alamnya.

Bapak dan Ibu akan langsung melihat dari dekat usaha di bidang kelautan sekaligus menikmati keindahan pulau serta laut Indonesia, jadi boleh dibilang belajar sekaligus refreshing, ilmunya dapat, otak tenang, dan hati senang. Karena ini semacam ekspedisi edukasi, maka ilmunya langsung didapat dari pengalaman sehingga informasinya lebih kaya karena dari banyak aspek.

Acara Edubiztrip ke-2 ini akan berlokasi di 3 pulau di sekitar kepulauan seribu Jakarta Utara. Betul bukan hanya 1 pulau, tetapi 3 pulau sekaligus yaitu pulau Pari, pulau Nusa Keramba, dan pulau Tidung.

Bapak dan Ibu akan kami ajak naik speedboad dari Marina Ancol yang kami sewa khusus untuk acara ini selama satu hari penuh untuk mengantar kita semua belajar sambil bersenang-senang.
Melihat budidaya di keranda apung

Isi Edubiztrip ini antara lain:

7.00  kumpul di dermaga Marina Ancol
7.30  berangkat ke Kepulauan Seribu
8.30  tiba di pulau Pari
8.30  on field workshop dan studi lapangan budidaya bulu babi dan rumput laut
10.30 berangkat ke pulau Nusa Keramba
11.20 tiba di pulau Nusa Keramba
11.30 studi lapangan budidaya ikan
12.30 makan siang, istirahat, ibadah sholat di pulau Nusa Keramba
14.00 berangkat ke pulau Tidung
14.30 sampai di pulau Tidung
14.30 acara bebas/ wisata bahari di pulau Tidung
16.00 pulang ke Marina
17.00 tiba di Marina Ancol

Biaya?
Bisa di cek ke travel terdekat, biasanya biaya paket wisata untuk mengunjungi 1 pulau di kepulauan seribu sekitar 1-2 juta rupiah per pulau, kalau mengunjungi 3 pulau kira-kira berapa biayanya?

Berhubung ini merupakan salah satu program pemerintah dan alhamdulillah masih di support oleh sebuah perusahaan nasional, maka biaya untuk mengikuti Edubiztrip ini hanya 1,5 juta saja per-orang, atau 2,5 juta untuk daftar berdua. Tapi sebentar, kita memberikan harga khusus super diskon hanya 999.000 per-orang, atau 1.899.000 untuk daftar berdua khusus hanya untuk 10 orang yang daftar pertama dan sebelum tanggal 15 Mei 2013.

Agar mempermudah, Bapak dan Ibu boleh memberikan booking fee hanya sebesar 500rb per orang dan langsung namanya dicatat sebagai peserta dengan segera menghubungi bagian pendaftaran Edubiztrip karena jumlah peserta dibatasi.

Karena keterbatasan jumlah kursi pada speedboat dan agar acara workshop lebih menyenangkan, maka jumlah peserta dibatasi hanya 25 orang saja per trip.

Jadwal Edubiztrip selanjutnya ada 2 trip, yaitu akan diadakan pada tanggal 30 Mei 2013, kemudian tanggal 16 Juni 2013 hanya untuk masing-masing 25 orang peserta saja tiap trip, jadi silahkan dipilih tanggal berapa mau ikut Edubiztrip mengenai potensi kekayaan kelautan ini.

Pendaftaran dan informasi silahkan menghubungi:

Budi Rachmat
HP / WA: + 62 8788 3249 553
email: budi_rachmat@yahoo.com
pin bb: 30a5ffed
twitter: @budi_rachmat
Bank Mandiri no rek 123.00.0623078.5 KCU Jakarta Cikini

Ferdi Ramdhon
HP / WA: + 62 838 121 99777
email: ferdirn@gmail.com
pin bb: 28921795
twitter: @ferdirn
Bank BCA no rek 7300034335 Cabang Duta Mas Fatmawati Jakarta


Partner Community:

Monday, December 3, 2012

Kenapa butuh uang muka?

Pagi-pagi mendapat sms yg berisi bahwa pesanan ke saya dibatalkan.

Gak perlu berlama-lama menanyakan sebabnya, langsung saya jawab kalau pesanan kemarin tidak bisa dibatalkan karena sudah dalam proses pengerjaan.

Untungnya saya selalu meminta uang muka atau bayar lunas di depan yang menghindari saya dari kerugian karena kasus-kasus pembatalan seperti ini.

Saya masih ingat curhat teman yang terpaksa menutup toko bukunya karena seseorang memesan buku dengan jumlah banyak yang membuat teman saya sampai berhutang untuk memesankan bukunya ke penerbit. Tiba-tiba orang yg memesan membatalkan pesanannya, sialnya juga teman saya gak meminta uang muka sepeserpun, akibatnya barang yang sudah terlanjur dipesan ke penerbit cuma punya dua pilihan:
1. Dijual seperti biasa dengan resiko barang gak laku dan uang mandek
2. Dikembalikan ke penerbit dengan resiko uang dipotong dan kepercayaan penerbit akan jatuh

Teman saya mengambil pilihan ke dua yaitu mengembalikan bukunya ke penerbit dan menutup tokonya. Teman saya rugi uang dan masih memiliki utang akibat ada pihak yang main-main dan tidak bertanggung jawab.

Bisnis butuh ketegasan, dan juga kepercayaan.

Kalau calon pembeli gak percaya untuk menitipkan uang muka, maka penjual juga bisa gak percaya bahwa pesanan akan dibayar. Logika mudah!

Jadi salah satu yang penting kalau mau bertahan di bisnis, atur resiko bisnis sekecil mungkin.

Terima kasih,

Ferdi Ramdhon
Follow twitter @ferdirn

Tuesday, November 27, 2012

Janji ke pelanggan

Sering saya mengamati janji-janji para pedagang yang mampu menarik para calon pembeli untuk membeli kepadanya. Kadang janjinya agak kurang masuk akal, misal:

Jasa pengiriman membutuhkan waktu rata-rata 3 hari untuk sampai ke si penerima tetapi pengalaman penjual yang beberapa kali menerima info kalau pengirimannya sampai 1-2 hari saja kemudian meyakinkan calon pembeli kalau pengirimannya akan sampai dalam 2 hari kerja.

Menurut saya ini konyol karena menjanjikan sesuatu yang tidak bisa kita kontrol. Kalau yang dijanjikannya adalah waktu produksi itu masih masuk akal karena produksi itu kita yang kerjakan maka waktu produksi ada di dalam kontrol kita. Tapi pengiriman barang dikerjakan oleh pihak lain, dan pihak ekspedisi bisa memberikan janji waktu 3 hari, tapi kalau 2 hari sudah sampai ya itu adalah bonus dalam bentuk pelayanan.

Tapi perusahaan ekspedisi itu sampai sekarang gak mengubah waktu pengirimannya dari 3 hari menjadi 2 hari seperti hasil pengalaman si pedagang, padahal perusahaan ekspedisi pasti lebih tahu bahwa beberapa kali bisa mengirim lebih cepat.

Kalau janji tidak ditepati maka pelanggan akan kecewa, akibat dari pedagang yang over promise.

Selalu gunakan logika yang mudah, dan hati-hatilah berjanji kepada siapapun.

Terima kasih,

Ferdi Ramdhon
Follow twitter @ferdirn

Thursday, November 22, 2012

Lo Kheng Hong, Warren Buffet Indonesia

Berinvestasi di saham mungkin bukan perkara mudah bagi sebagian orang, butuh ketepatan, perhitungan dan tentu saja keberanian untuk mencoba. Hal tersebut sepertinya telah dilewati oleh pria 52 tahun Lo Kheng Hong. Selama 22 tahun dirinya menggeluti saham hingga akhirnya dijuluki Warren Buffet Indonesia.

Filosofi hidup yang dijalaninya yaitu "menjadi kaya sambil tidur" tengah mengantarkan dia menjadi miliarder di pasar saham, disebut-sebut asetnya bernilai triliunan rupiah. Bagaimana filosofi hidup yang dijalani mampu membuatnya dijuluki Warren Buffet Indonesia. Dalam sebuah kesempatan, Lo Kheng Hong berbagi caranya dalam memilih saham.

"Saat kita akan membeli saham, sebaiknya kita harus mengetahui dahulu manajemen perusahaan tersebut bagaimana, apakah menerapkan Good Corporate Governance (GCG) atau tidak, apakah perusahaan tersebut memiliki integritas yang baik," jelasnya di Jakarta.

Selain itu menurutnya, membeli saham jangan seperti beli saham dalam karung, "Buy What u Know and Know What u Buy", seseroang bisa mengetahui saham itu baik atau tidak dengan mencari tahu dari kompetitornya atau pegawai perusahaan tersebut.

"Saya akan mencari tau dari kompetitornya, karena biasanya mereka tahu baik buruk kompetitor mereka, perlu dicari tahu agar tidak beli kucing dalam karung, karena ini kan menyangkut harta kita, jadi jangan membeli sesuatu yang tidak kita tahu," jelasnya.

Selanjutnya, dalam memilih saham, juga perlu mengetahui manajemennya, apakah pengelolanya jujur atau tidak, jangan sampai pengelolanya suka ambil uang perusahaan, sehingga sebagai sleeping partner dirugikan.

"Istilahnya, yang menjadi pertimbangan pertama adalah manajemen, kedua manajemen, ketiga manajemen, baru yang lain. Selain itu kita harus mengetahui bisnis atau sektor apa yang dijalani, karena ada sektor yang menarik ada juga yang tidak menarik," ungkapnya.

Selain itu yang perlu diperhatikan juga adalah pertumbuhan emiten bersangkutan apakah tumbuh baik atau tidak, karena ada empat tipe perusahaan, seperti perusahaan yang rugi terus, ada yang kadang untung, dan kadang merugi. Kemudian, perusahaan yang untung besar terus, tapi stagnan. Ada juga perusahaan yang growing secara berkala.

"Kita juga perlu melihat kinerjanya lima tahun ke belakang, kita lihat masa lalunya, biasanya kalau lima tahun ke belakang tumbuh, ke depannya akan mengalami hal yang sama. Kalau sudah lima tahun berturut-turut growing, tandanya itu bagus," tuturnya.

Namun yang tidak kalah penting, selain fundamental emiten, harus memperhatikan dari segi harga. Seperti price to earning ratio (PER)-nya, dari situ dapat mengetahui kemampuan emiten tersebut dalam membukukan keuntungan. "Biasanya perusahaan yang sudah baik dan manajemennya bagus, PER-nya sudah di atas 10 kali," jelasnya.

Lebih lanjut Lo Kheng Hong mengatakan jika dirinya merupakan tipe investor fundamental, karena yang akan dilihat dari segi manajemen atau pertumbuhan perusahaan. Namun bukan berarti hal teknikal seperti grafik, semuanya diabaikan, karena yang diperlukan memang selektif.

"Jangan trading for living, tapi trading agar menjadi kaya. Kalau kita jago tapi tidak bisa mengendalikan diri itu juga tidak bagus," kata Lo Kheng Hong.


Sumber : OKEZONE.COM

Tuesday, November 6, 2012

Manage expectation

Pagi-pagi seorang Ibu menelepon sudah berada di depan toko saya untuk membeli produk yang akan dibawanya ke luar kota. Saya segera meminta maaf karena jam buka toko kami adalah jam 9 pagi, sementara sekarang masih jam 7 lewat, dan saya belum mandi pula, hehehe...

Si Ibu mendesak agar saya bisa segera berangkat ke toko dan si Ibu bersedia menunggu, tetapi saya kebetulan ada acara ke tempat lain pagi itu sehingga saya meminta si Ibu untuk menunggu sebentar sementara saya mencoba menelepon karyawan agar bisa datang lebih pagi. Singkat cerita, karyawan saya menyanggupi untuk datang lebih pagi, tetapi katanya paling cepat jam 8.15.

Saya menelepon si Ibu lagi dan bilang bahwa nanti ada karyawan saya yang akan datang buka toko sekitar jam 8.30, dan ternyata karena kebetulan pagi itu jalanan macet maka karyawan saya pun sampai toko jam 8.45 dan si Ibu sudah tidak ada. Saya pun baru tahu jam 9.30 saat si Ibu marah-marah melalui sms bahwa saya seperti gak punya niat mau buka toko atau nggak, sms lagi bahwa anaknya sudah rewel karena terlalu lama menunggu, sms lagi bahwa sudah ditelepon terus oleh saudaranya, dan berbagai sms keluhan lainnya yang tentu saja gak ada hubungannya dengan saya :)

Saya berpikir sejenak untuk menyusun kata-kata balasan sms si Ibu, dan saya menulis bahwa saya meminta maaf sebesar-besarnya, dan kami sudah berusaha agar bisa datang secepatnya tetapi ternyata tidak seperti yang diharapkan.

Lama sms saya tidak dibalas, dan saya pikir mungkin si Ibu marah dan tidak akan membalas.

Tetapi agak siang si Ibu membalas sms dengan mengatakan bahwa ia pun minta maaf karena harus buru-buru pergi dan tidak bisa menunggu lagi. Sepertinya si Ibu sudah mengerti persoalannya.

Menjual adalah inti dari bisnis, dengan menjual maka bisnis memperoleh untung. Dengan ketidakmampuan kami untuk menjual pagi itu kepada si Ibu, maka sebetulnya kami sudah rugi secara potensial, harusnya pagi itu kami bisa mendapat keuntungan tetapi gagal kami peroleh.

Pagi itu si Ibu memaksa agar kami bisa datang ke toko 30 menit lagi atau sekitar jam 7.45 tetapi saya harus menolak karena tahu bahwa hal tersebut sulit dipenuhi, apalagi secara mendadak. Saya menawarkan sebisa mungkin akan buka toko jam 8.30 karena akan ada karyawan yang datang segera dan itupun kalau si Ibu bersedia menunggu lebih lama.

Ekspektasi si Ibu awalnya adalah bisa membeli pagi itu dan bersedia menunggu sampai jam 7.45 tetapi saya memberikan ekspektasi bahwa jam 8.30 akan melayani si Ibu, dan si Ibu bersedia. Walau akhirnya tidak terlayani tetapi si Ibu ternyata tidak terlalu marah karena kami memberikan ekspektasi untuk melayani jam 8.30 bukan mengikuti ekspektasi si Ibu yang jam 7.45.

Tentu akhirnya berbeda kalau kami meng-iya-kan saja ekspektasi si Ibu yang jam 7.45 padahal kami merasa sulit memenuhinya dan pasti si Ibu akan marah besar karena jam 8.30 pun kami belum datang karena sudah lebih 1 jam menunggu dari jam 7 lewat.

Walaupun akhirnya kami buka toko jam 8.45 yang berarti lewat 15 menit dari ekspektasi jam 8.30, si Ibu tidak terlalu marah dibandingkan kalau ekspektasinya jam 7.45 yang berarti lewat 1 jam, tentu akan marah besar.

Calon pembeli yang marah besar tentu sebisa mungkin tidak akan datang lagi bahkan bisa jadi menyebarkan cerita pengalaman jeleknya walau belum tentu itu sepenuhnya kesalahan kita. Tapi bagaimana kita me-manage ekspektasi dari calon pembeli seharusnya mempengaruhi apakah si calon pembeli akan tetap berinteraksi dengan kita atau tidak percaya lagi dengan kita.

Penjual memang harus confident, tapi kalau over confident maka resikonya semakin besar. Lebih baik terus berpegang pada prinsip "Low Expectation, High Delivery", bukan sebaliknya.

Ferdi Ramdhon
http://ferdiramdhon.blogspot.com

Monday, November 5, 2012

Pesta Wirausaha 2013


Kami dari komunitas Tangan Di Atas (TDA) ingin memberitahukan bahwa pada hari Jum'at sampai Minggu, tanggal 8-10 Februari 2013 di gedung JIExpo Kemayoran Jakarta akan mengadakan serangkaian seminar dengan topik seputar wirausaha dari para master-master wirausaha dan leadership skala nasional dan internasional. Rangkaian seminar ini bertema "Menyongsong Era Indonesia Emas: Becoming World Class Company, Now or Never"

Daftar acaranya antara lain:


Main Stage

TimeAgendaSpeakers
Day 1: Friday, Feb 8 2013
10.00 – 11.30Sharing Session 1Joko Widodo + Sandiaga Uno
13.40 – 15.00Sharing Session 2Jamil Azzaini (Motivator Sukses Mulia)
16.00 – 17.00Sharing Session 3Johny Andrean
Day 2: Saturday, Feb 9 2013
09.00 – 10.30Sharing Session 4Jusuf Kalla
10.30 – 12.00Sharing Session 5Dahlan Iskan (Meneg BUMN)
13.15 – 15.00Sharing Session 6Heppy Trenggono (How to Debt Free)
15.30 – 17.00Sharing Session 7Tung Desem Waringin (Motivator Dahsyat)
Day 3: Sunday, Feb 10 2013
09.00 – 10.30Sharing Session 8Chairul Tanjung (CT Corp)
10.30 – 12.00Sharing Session 9Hary Tanoe Soedibjo (MNC Group)
13.15 – 15.00Sharing Session 10Tony Fernandez (Air Asia)
15.30 – 16.00Sharing Session SpecialTeguh Wibawanto (Hydro)
16.00 – 17.00Sharing Session 11Yusuf Mansyur (Ustadz)


Growing Stage A
TimeAgendaSpeakers
Day 1: Friday, Feb 8 2013
10.00 – 11.30Growing Sharing 1Saptuari (Kedai Digital)
13.40 – 15.00Growing Sharing 2Rosihan (Saqina Distro)
16.00 – 17.00Growing Sharing 3Valentino Dinsi (Pengusaha Muslim Indonesia)
Day 2: Saturday, Feb 9 2013
09.00 – 10.30Growing Sharing 4Johny Rusli
10.30 – 12.00Growing Sharing 5Hendy Setiono (Kebab Baba Rafi)
13.15 – 15.00Growing Sharing 6Roni Yuzirman (Manet Vision)
15.30 – 17.00Growing Sharing 7Syamsul Arifin
Day 3: Sunday, Feb 10 2013
09.00 – 10.30Growing Sharing 8Arif Budiman
10.30 – 12.00Growing Sharing 9Safri Helmi
13.15 – 15.00Growing Sharing 10Mas Mono (Ayam Bakar Mas Mono)
16.00 – 17.00Growing Sharing 11Dian Kusumaningtyas


Growing Stage B
TimeAgendaSpeakers
Day 1: Friday, Feb 8 2013
10.00 – 11.30Growing Sharing 1Fauzi Rahmanto (Business Coach)
13.40 – 15.00Growing Sharing 2Sonny Sofjan (Income Pentagon)
16.00 – 17.00Growing Sharing 3Fauzun Adhim
Day 2: Saturday, Feb 9 2013
09.00 – 10.30Growing Sharing 4Ali Akbar (Pakar SEO)
10.30 – 12.00Growing Sharing 5Bang Jay (Penulis buku & Motivator)
13.15 – 15.00Growing Sharing 6Ippho Santosa (Penulis buku & Motivator)
15.30 – 17.00Growing Sharing 7Zainul Arifin
Day 3: Sunday, Feb 10 2013
09.00 – 10.30Growing Sharing 8Yulia Astuti (Salon Moz5)
10.30 – 12.00Growing Sharing 9Rangga Umara (Pecel Lele Lela)
13.15 – 15.00Growing Sharing 10Hafidz K Rijal
16.00 – 17.00Growing Sharing 11Denny Delyandri


ps: pembicara dalam konfirmasi

http://ferdiramdhon.blogspot.com

Sunday, November 4, 2012

Apa keunggulan bersaingnya?

Beberapa hari yang lalu ada seorang kawan yang datang menawarkan sebuah produk baru yang permintaan untuk jenis produk itu memang sedang tinggi, ceritanya memang mau ikut berkompetisi dengan merek-merek lain yang memang sudah duluan bersaing di pasar.

Ngobrol sana-sini ternyata saya belum menangkap apa keunggulan atau diferensiasinya dari produk yang ada. Ketika ditanya apa keunggulannya maka dijawab mengenai proses pembuatan, bahan baku, rasa lebih enak, dan hal-hal lain yang sulit diukur oleh calon pembeli.

Saya bertanya apakah produk tersebut bisa membawa manfaat lebih besar atau manfaat baru dibanding merek yang sudah ada, dijawab semua merek sebetulnya sama saja gak ada kelebihannya.

Teman saya menginginkan agar saya lebih mendahulukan menjual produknya daripada merek lain yang ada tetapi saya tidak diberi "senjata pamungkas" yang mampu mengalihkan minat konsumen terhadap merek tertentu.

Dengan sopan tentu saya meng-iya-kan keinginan teman saya tersebut, tapi kecil kemungkinan calon pembeli dapat dirayu agar mau membeli produk tanpa alasan kuat.

Produk tanpa keunggulan bersaing yang kuat hanya akan menjadi produk rata-rata saja, walaupun punya sales team yang tangguh pun tetap agak sulit menjualnya dibanding produk yang dari awal di desain untuk memiliki suatu keunggulan bersaing yang kuat atau yang khas.

Terima kasih

Ferdi Ramdhon
http://ferdiramdhon.blogspot.com

Friday, November 2, 2012

Peluang untung dari perdagangan di bursa saham pada bulan September - Maret

Jika Anda tertarik dengan trading saham atau rajin mengikuti perkembangan investasi di bursa saham, maka biasanya akan tahu bahwa bulan antara September sampai Maret merupakan bulan-bulan mendulang rupiah dari bursa saham.

Ada beberapa hal yang membuat trading saham di bulan tersebut lebih bergairah dibanding bulan yang lain, yaitu:
1. Laporan keuangan kuartal ke 3 yang akan segera dirilis membuat kita sudah bisa menebak bagaimana laporan akhir tahun dari perusahaan, dan bisa mengambil untung atau malah menjauhi sahamnya.
2. Banyak perusahaan yang rajin melakukan window-dressing yaitu melakukan perbaikan nilai buku perusahaan melalui harga sahamnya, biasanya harga sahamnya akan diangkat naik.
3. Banyak rumor mengenai aktifitas perusahaan tahun depan.
4. Orang dalam dari perusahaan yang kinerjanya bagus akan membeli saham perusahaanya sebelum laporan kinerja perusahaannya dilaporakan ke publik agar bisa ikut menikmati keuntungan saat publik merespon dengan membeli saham perusahaan yang menyebabkan harga sahamnya naik
5. Para market-maker institusi mengejar target sales atau komisi tahunan, karenanya banyak saham-saham yang jarang bergerak tiba-tiba harganya naik turun pada bulan ini.
6. Beberapa investor mendapat uang tambahan berupa bonus lebaran, natal, atau tahun baru yang digunakan untuk membeli saham
7. Bandar saham jahat menggunakan keriuhan ini untuk merampok secara legal uang dari para investor yang kurang pengetahuan dengan cara menggoreng saham

Semoga beruntung!

Ferdi Ramdhon
http://ferdiramdhon.blogspot.com

Thursday, November 1, 2012

Bagaimana memilih kartu kredit andalan dari beberapa kartu kredit yang kita punya

Peraturan BI yang baru hanya mengijinkan tiap orang memiliki kartu kredit maksimal 2 atau 3 saja.

Kenapa?
Karena BI menganggap penggunaan kartu kredit di Indonesia terjadi banyak penyalahgunaan. Contohnya, fungsi kartu kredit yang utama adalah sebagai alat pembayaran barang konsumtif, tetapi banyak juga yang memanfaatkan dana di kartu kreditnya untuk hutang uang cash, padahal seharusnya digunakan untuk membeli barang.

Sepertinya BI sangat perhatian sekali kepada rakyat Indonesia yang memiliki kartu kredit, emangnya penting gitu?

Aturan BI bisa dianggap penting atau gak penting tergantung cara kita menggunakan kartu kredit, tapi kalo harus memilih 2 atau 3 kartu kredit diantara banyak kartu kredit yang kita punya, jangan-jangan bisa bingung sendiri.

Saya menggunakan cara ini untuk memilih kartu kredit yang akan saya pertahankan, mungkin cara ini bisa berguna buat Anda. Kita akan menilai masing-masing kartu kredit berdasarkan 3 kriteria, antara lain:

1. Urutkan kartu kredit dari yang limit-nya paling besar ke paling kecil
Limit kartu kredit adalah asset! Tapi itu hanya jadi asset kalau kita memperlakukannya sebagai asset :)
Btw, punya kartu kredit yang limit-nya besar pasti lebih berguna di kemudian hari. Dari urutan ini akan terlihat bahwa kartu kredit yang memiliki limit paling besar akan bernilai 1 dan yang limit-nya paling kecil akan bernilai besar. Kita menilai kartu kredit dengan urutannya.

2. Urutkan kartu kredit dari yang iuran tahunannya paling kecil ke paling besar
Iuran tahunan kartu kredit adalah biaya tahunan kita dan salah satu keuntungan buat bank. Biasanya jenis kartu menentukan iuran tahunan, seperti kartu platinum tentu iuran tahunannya lebih besar dibanding kartu gold. Beberapa kartu kredit memberikan iuran tahunan gratis seumur hidup, ini sangat menguntungkan sekali!
Dari urutan ini akan terlihat bahwa kartu kredit yang iuran tahunannya rendah atau gratis akan memiliki nilai paling kecil sesuai urutan, dan kartu kredit yang iuran tahunannya tinggi akan memiliki nilai besar. Jika ada beberapa kartu yang iurannya sama, pilih saja mana kartu yang kita lebih sukai atau lebih sering kita pakai sebagai prioritas urutan.

3. Urutkan kartu kredit dari yang menawarkan bunga konsumtif bulanannya paling kecil ke paling besar
Bunga kartu kredit adalah biaya kita atas hutang yang terjadi dan merupakan keuntungan bank. Bunga kartu kredit sekarang mungkin sekitar 2-3% per bulan atau 24-36% per tahun, tentu sangat tinggi sekali dibanding kenaikan gaji tahunan atau bunga deposito. Jadi pikir-pikirlah sebelum berhutang dan membayar bunga kartu kredit. Jika harus berhutang dan tidak mampu membayar lunas, maka pilihlah kartu kredit yang menawarkan bunga paling rendah. Dari urutan ini akan terlihat bahwa kartu kredit yang bunganya paling rendah akan memiliki nilai kecil, sementara yang memiliki bunga besar akan memiliki nilai besar. Jika ada beberapa kartu kredit yang menawarkan tingkat bunga yang sama besar, maka pilihlah mana kartu yang paling kita sukai atau yang paling sering kita gunakan sebagai prioritas urutan.

Setelah semua kartu kredit diurutkan, maka tinggal dijumlah saja nilai dari semua kartu kredit berdasarkan masing-masing kriteria. Misal kartu kredit bank A, di kriteria limit di urutan 3, di kriteria iuran tahunan di urutan 2, di kriteria bunga di urutan 2, maka nilai total dari kartu kredit bank A adalah 3+2+2=7. Jumlahkan semua nilai dari kartu kredit kita untuk mendapat nilai totalnya.

Setelah itu, urutkan semua kartu kredit berdasarkan nilai totalnya.

Kartu kredit dengan nilai total rendah adalah kartu kredit yang pantas untuk kita pertahankan karena menawarkan limit yang relatif besar, iuran tahunan yang relatif kecil, dan bunga yang relatif rendah.

Jika ada beberapa kartu kredit memiliki nilai total yang sama besar, maka coba lihat apakah kita termasuk sering menggunakan kartu kredit tiap bulan atau tidak. Jika sering menggunakan, maka pilihkan kartu kredit yang nilainya di kriteria bunga lebih kecil untuk menjaga-jaga kalau suatu saat kita harus membayar bunga. Tetapi jika kita jarang menggunakan kartu kredit, maka pilihlah kartu kredit yang nilainya di kriteria iuran tahunan lebih kecil agar kita tidak merasa terlalu rugi membayar iuran tahunan walau kartu kredit jarang digunakan.

Demikian tips yang bisa saya sharing mengenai memilih kartu kredit.

Terima kasih telah menyimak

Salam hangat,

Ferdi Ramdhon
http://ferdiramdhon.blogspot.com

Friday, August 24, 2012

Keutamaan puasa 6 hari di bulan Syawal

Imam Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Ibnu Majah, dan Abu daud meriwayatkan dari Abu Ayub Al-anshari bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa berpuasa dibulan ramadhan dan dilanjutkan dengan enam hari dibulan syawal, seakan-akan dia berpuasa sepanjang tahun (HR.Muslim)

Menurut Ahmad, Puasa 6 Hari Syawal boleh dilakukan secara berturut-turut dan juga boleh dilakukan dengan tidak berturut-turut; tidak ada keutamaan baik melakukannya secara berturut-turut maupun tidak. Sedangkan menurut mazhab Hanafi dan mazhab Syafi'i diutamakan melakukan puasa bulan syawal secara berturut-turut, yaitu dimulai setelah hari raya.

Thursday, March 8, 2012

10 Orang Terkaya Dunia

Setiap tahun, majalah Forbes selalu mengeluarkan daftar orang-orang terkaya dunia. Tahun ini, mereka mencatat ada 1226 miliuner di seluruh dunia yang memiliki harta total $4,6 triliun atau Rp41.856 triliun. Siapa saja 10 orang terkaya dunia itu?


1. Nama: Carlos Slim HelĂș dan keluarga

Harta kekayaan: $69 miliar/ Rp627,84 triliun (turun)
Sumber: Telecom
Kewarganegaraan: Meksiko


Carlos Slim HelĂș berhasil mempertahankan gelar sebagai orang terkaya dunia untuk ketiga kalinya berturut-turut, meski hartanya berkurang $5 miliar daripada tahun lalu karena turunnya harga saham raksasa telekomunikasi America Movil, lebih dari setengah sumber kekayannya. Slim kini menghabiskan hari-harinya bekerja di Yayasan Carlos Slim dan Yayasan Telmex. Tujuannya: kerja-kerja filantropis yang akan mengembangkan kemampuan manusia.


2. Nama: Bill Gates

Harta kekayaan: $61 miliar/Rp555 triliun (naik)
Sumber: Microsoft
Kewarganegaraan: Amerika Serikat


Orang paling dermawan di planet ini (Gates sudah menyumbangkan $28 miliar) membantu membebaskan polio di India. Gates akan terus menyumbangkan $200 juta per tahun untuk menghilangkan penyakit-penyakit yang masih endemik di Pakistan, Afghanistan, dan Nigeria. Gates juga punya program baru: memperbaiki pertanian. Yayasannya sudah menyumbangkan lebih dari $2 miliar pada petani kecil. Hanya seperempat dari harta Gates berasal dari Microsoft yang harga sahamnya mencapai nilai paling tinggi dalam 10 tahun terakhir sehingga menaikkan kekayaannya sampai $5 miliar. Sisa kekayaannya berasal dari surat berharga dan saham di Ecolab dan jaringan televisi Mexico, Televisa.


3. Nama: Warren Buffett

Harta kekayaan: $44 miliar/Rp400,3 triliun (turun)
Sumber: Berkshire Hathaway
Kewarganegaraan: Amerika Serikat


Siapa yang akan menggantikan peran Peramal dari Omaha di kepala Berkshire Hathaway? Buffett mengumumkan pada bulan Februari lalu bahwa ia sudah memilih penerusnya, tapi belum memberikan nama. Pada Desember, ia memilih anaknya yang seorang petani, Howard, sebagai ketua non-eksekutif dan "penjaga nilai-nilai perusahaan." Undang-undang pajak yang mewajibkan orang kaya harus membayar pajak minimum 30% disebut "Buffett Rule" untuk menghormati miliuner yang sering menyatakan bahwa orang kaya harus membayar pajak lebih besar daripada orang biasa. Harta Buffett turun $6 miliar karena turunnya harga saham Berkshire sebesar 7% selama setahun terakhir. Dalam buletin tahunannya, Buffett mengaku membuat beberapa kesalahan, termasuk memprediksi akan kembali meledaknya sektor properti.


4. Nama: Bernard Arnault

Harta kekayaan: $41 miliar/Rp373 triliun (sama)
Sumber: LVMH
Kewarganegaraan: Prancis


Pengusaha gaya hidup dan barang mewah sekaligus orang terkaya Eropa, Arnault mengeruk kekayaan dari barang-barang mewah di bawah 'kekaisaran' LVMH. Penjualan naik 16% di Eropa, Asia, Amerika Serikat, terutama penjualan Louis Vuitton.


5. Name: Amancio Ortega

Harta kekayaan: $37,5 miliar/Rp341,2 triliun (naik)
Sumber: Zara
Kewarganegaraan: Spain


Ortega tidak lagi menjadi direktur perusahaan pakaiannya, Inditex, sejak Juli 2011. Meski begitu, perusahaannya terus berkembang. Harga saham naik setahun terakhir, meningkatkan kekayaannya menjadi $6,5 miliar dan memasukkannya ke daftar lima orang terkaya dunia untuk pertama kalinya.


6. Nama: Larry Ellison

Harta kekayaan: $36 miliar/Rp327,5 triliun (turun)
Sumber: Oracle
Kewarganegaraan: Amerika Serikat


Saham Oracle sudah naik turun selama berbulan-bulan. Sempat kembali naik sejak turun Agustus lalu, tapi masih lebih rendah 15% jika dibandingkan tahun lalu akibat perlambatan penjualan raksasa software dan hardware ini. Harta Ellison pun turun $3,5 miliar.


7. Nama: Eike Batista

Harta kekayaan: $30 miliar/Rp272,9 triliun (sama)
Sumber: Tambang, minyak
Kewarganegaraan: Brasil


Pria terkaya di Brasil meraup keuntungan dari minyak bumi. Pengeboran minyak dan gasnya, OGX Petroleo e Gas, menghasilkan minyaknya di sumur pengujian lepas pantai akhir Januari. Dua pertiga hartanya berasal dari perusahaan pengeboran tersebut. Selain itu, ia juga menaruh kekayaan pada emas. Ia membeli Ventana Gold dari Kanada yang akan menambang lokasi dengan deposit emas sangat menjanjikan di Kolombia.


8. Nama: Stefan Persson

Harta kekayaan: $26 miliar/Rp236,5 triliun (naik)
Sumber: H&M
Kewarganegaraan: Swedia


Jaringan toko yang menawarkan pakaian chic H&M membuka toko pertama mereka di Kroasia, Singapura, dan Romania. Kini H&M memiliki 2500 toko di 43 negara.


9. Nama: Li Ka-shing

Harta kekayaan: $25,5 miliar/Rp 232 triliun(turun)
Sumber: beragam
Kewarganegaraan: Hong Kong


Meski jumlah hartanya turun, Li Ka-shing masuk lagi ke daftar 10 orang terkaya dunia untuk pertama kalinya sejak 2007. Ia pun kembali menjadi orang terkaya Asia untuk pertama kalinya sejak 2004. Salah satu kaisar konstruksi, Li mempekerjakan 270 ribu orang di 53 negara. Satu dari tujuh tempat tinggal di Hong Kong dibangun olehnya. Ia juga menguasai sekitar 13% dari lalu lintas kontainer dunia. Li juga adalah investor untuk perusahaan teknologi pemula seperti Facebook dan Spotify.


10. Nama: Karl Albrecht

Harta kekayaan: $25,4 miliar (turun)
Sumber: Aldi
Kewarganegaraan: Jerman


Jaringan supermarket murah miliknya Aldi Sud, memiliki 4500 toko, termasuk 1200 di 32 negara bagian Amerika Serikat. Untuk menekan biaya, Aldi tidak menerima kartu kredit.

Sumber: http://id.berita.yahoo.com/10-orang-terkaya-dunia.html

Wednesday, March 7, 2012

Haus Bikin Bad Mood

Pastinya Anda pernah mengalami mood yang tiba-tiba turun?

Tahukah Anda apa penyebabnya? Penelitian terbaru menemukan penyebab mood yang mendadak berubah itu.

Temuan yang dipublikasikan dalam journal of Nutrition yang dikutip melalui Time, Rabu (1/2) ini mengungkapkan bahwa kekurangan asupan air dalam tubuh bisa membuat seseorang mengalami perubahan suasana hati.

Peneliti Amerika Serikat menganalisis hubungan antara dehidrasi dengan pengaruh suasana hati, konsentrasi dan kemampuan mental seseorang.

Peneliti merekrut 25 relawan wanita dengan kondisi hidrasi berbeda-beda. Beberapa di antaranya mendapat asupan air yang cukup sedangkan sisanya diminta untuk dalam kondisi dehidrasi ringan.

Untuk mencapai kondisi dehidrasi ringan, relawan diminta untuk melakukan olahraga dan mengonsumsi obat diuretik yang membuang cairan tubuh. Selanjutnya, relawan menjalani tes pengaruh dehidrasi terhadap mood dan kemampuan kognitif mereka.

Hasilnya ditemukan wanita yang sedikit minum air putih cenderung mengalami gejala-gejala kelelahan seperti sakit kepala, susah fokus, mood berantakan. Bahkan risiko tersebut juga ditemukan pada kondisi dehidrasi paling ringan, yakni saat cairan tubuh hanya berkurang satu persen.

Meskipun pria tidak dimasukkan dalam penelitian ini, peneliti meyakini kemungkinan hasilnya juga sama. Peneliti juga menyarankan jika Anda merasa lelah, kesal dan sensitif, segeralah minum air putih dingin atau minuman lain yang menyegarkan, terutama setelah olahraga. Namun, hindarilah pengkonsumsian minuman beralkohol dan mengandung kafein, yang bersifat mengurangi cairan tubuh.

Untuk mengetahui Anda sedang mengalami dehidrasi, coba cek urin Anda. Jika warnanya lebih pekat, itu pertanda Anda sedang kekurangan cairan dan harus segera minum air.

Sumber: ghiboo.com