Showing posts with label wirausaha. Show all posts
Showing posts with label wirausaha. Show all posts

Tuesday, June 17, 2014

Berharganya Nilai 10.000 Jam

Saya menemukan sebuah kalimat menarik, yang bersumber dari buku Outliers, karya Malcolm Gladwell, yakni “10,000 hours of practice is required to achieve mastery”. Berdasarkan kalimat Gladwell ini, dibutuhkan 10.000 jam praktek untuk menjadi master atau seorang ahli. Dalam dunia olahraga, musik, penerbangan, hiburan, kedokteran atau profesi lain, kemungkinan besar hal itu bisa terjadi, meskipun saya yakin ada pengecualian-pengecualian. Tetapi mari kita coba pelajari, apakah hal ini juga berlaku dalam dunia entrepreneurship? Saya akan mencoba menggali dari pengalaman pribadi, bukan karena saya merasa hebat, tetapi untuk mempermudah saja menggali datanya.


Saya masih ingat ketika bekerja di perusahaan terakhir di mana sekitar hampir 9 tahun saya menjadi karyawan di sana. Sebuah perusahaan asing yang bergerak di industri plastik. Di tahun pertama bekerja, saya ditawarkan training ke luar negeri beberapa waktu dengan catatan bersedia menanda tangani kontrak untuk kurun 3 tahun harus terus bekerja di perusahaan itu.

Mendapat tawaran itu, saya tidak langsung mengiyakan, justru banyak berfikir dan balik bertanya ke manajer atasan saya, yakni “Bagaimana masa depan industri plastik ini nantinya ?”, karena menurut pemikiran saya begitu 3 tahun saya bekerja di industri ini, berarti saya sudah menyatakan diri menjadi spesialis di industri tersebut.

Pertanyaan itu membuat atasan saya kaget dan keliatan sedikit bingung atau mungkin malah tersinggung, karena di mana karyawan-karyawan lain sangat mengharapkan memperoleh kesempatan training tersebut, tapi justru saya terkesan mempertanyakan dan kurang menghargai.

Sebagai anak muda yang sedang membentuk masa depan, waktu itu saya merasa bebas untuk menentukan, apakah suatu bidang industri dan perusahaan layak menjadi tumpuan di masa depan atau tidak. Perusahaan tempat saya bekerja pertama kali juga saya tinggalkan di akhir bulan ke-5, karena saya nilai sistem dan masa depan kurang bagus di industri dan perusahaan itu. Termasuk kemungkinan akan ditraining beberapa bulan ke Eropa, dan untuk selanjutnya harus mau terikat kontrak selama 5 tahun wajib bekerja di perusahaan itu.
Akhirnya saya putuskan bersedia untuk ditraining beberapa minggu ke luar negeri dan menanda tangani kontrak bekerja beberapa tahun di perusahaan itu, berarti saya telah memutuskan untuk menjadi spesialis yang benar-benar masuk dan hidup di industri itu.

Menjadi spesialis yang bukan hanya belajar produk, tapi juga berusaha belajar bisnis dan marketnya di industri itu. Memasuki tahun kedua di perusahaan, saya terjangkit virus entrepreneur, dan memutuskan memilih jalur pengusaha sebagai jalan hidup, memulai belajar dan praktik bisnis sambil terus bekerja di perusahaan plastik tersebut.

Akhir tahun 2009 saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari bekerja, yang artinya dari tahun tahun 2001 sampai 2009, saya telah mendalami dunia plastik selama hampir 9 tahun, atau jika kita hitung jamnya: 1 tahun = 365 hari, dikurangi libur rata-rata 110 hari, artinya 255 hari kerja. Dalam sehari bekerja 8 jam, dan di asumsikan 60% atau sekitar 5 jam yang penuh terjun di dunia plastik, artinya sama dengan 255 hari/tahun x 5 jam/hari x 9 tahun = 11.475 jam, saya telah belajar dan praktik di dunia plastik.

Sejak awal 2002 saya belajar dan praktik menjadi pengusaha sembari bekerja, taruhlah saya asumsikan saya belajar di sebagian jam istirahat dan beberapa jam sepulang kerja, serta hari sabtu dan minggu. Ketika hari kerja dari jam 6-jam 10an malam berarti bisa diasumsikan 3 jam, dan sabtu-minggu kita anggap penuh 8 jam kerja, sedangkan hari libur lain kita anggap juga libur dari belajar dan praktek bisnis.

Maka antara 2002-2009 jumlah saya belajar dan praktek bisnis adalah 255 hari kerja/tahun x 3 jam/hari kerja x 8 tahun = sekitar 6.120 jam. Hari sabtu dan minggu saya anggap 70% yang dipakai untuk bisnis, jadi 70% x 96 hari/tahun x 8 jam/hari x 8 tahun = 4.300 jam.

Jadi total jam belajar dan praktek bisnis ketika mengundurkan diri dari bekerja adalah 6.120 jam dihari kerja, ditambah 4.300 jam di sebagian hari Sabtu dan Minggu, jadi total sekitar 10.420 jam. Angka ini tentu bukanlah angka yang seratus persen benar, tapi paling tidak bisa menjadi gambaran yang mendekati.

Kombinasi menjadi spesialis di bidang plastik dan belajar serta praktik menjadi pengusaha dengan total jam terbang masing-masing melebihi 10.000 jam, sekarang saya fahami adalah salah satu modal terpenting, yang membuat kami merasa yakin mengundurkan diri dari pekerjaan, dan memulai dengan serius usaha formal di bidang plastik. Pengalaman itu juga yang membuat bisnis kami lebih cepat berkembang. Selain jam terbang diri sendiri, saya juga menggandeng partner dan anggota tim dengan pengalaman di bidangnya juga melebihi dari 10.000 jam.

Saya lebih senang menyebutnya sebagai telah memiliki kompetensi dan kredibilitas. Maka tidak heran kalau sebagian besar bisnis start up akan berguguran, bahkan konon statistik menyatakan 80% bisnis baru gugur di tahun pertama. Karena kompetensi dan kredibilitasnya belum memadahi.

Bisnis yang gugur atau tidak berkembang belum tentu karena bidang bisnisnya jelek, akan tetapi mungkin karena sang pengusaha dan timnya baru memiliki jam praktek yang sedikit, atau baru tahap proses untuk menjadi ahli. Mungkin baru ratusan jam praktek, atau beberapa ribu jam praktek saja.

Di akhir tulisan ini mari kita bertanya pada diri masing-masing, sudahkah kita belajar dan praktek melebihi 10.000 jam dalam perjalanan menjadi pengusaha sukses? Bukan hanya soal menjadi pengusahanya, tetapi juga soal bidang atau produk yang menjadi usaha kita. Sepuluh ribu jam ini tentu bukan hanya asal praktek, tapi juga disertai semangat, kesenangan dan niat kuat untuk menjalaninya.

Dan selamat menikmati betapa berharganya nilai dari 10.000 jam pengalaman.

Mustofa Romdloni

Sunday, October 20, 2013

Tanpa Mahkota

Mahkota, sejak lama menjadi simbol kekuasaan. Para raja jaman dahulu mengenakan mahkota. Karenanya jaman dahulu orang banyak yang mengincar “Mahkota”. Berbagai upaya dilakukan supaya berkesempatan menjadi orang yang mengenakan mahkota.

Namun tidak untuk seorang George Washington. Konon, dahulu ketika negara baru bernama Amerika Serikat berperang melawan Kerajaan Inggris yang ingin tetap menguasai tanah Amerika, para pendiri Amerika Serikat sempat menawarkan untuk memahkotai Jenderal Washington. Argumentasi nya adalah, dengan memiliki seorang Raja, maka rakyat Amerika akan lebih bersatu dalam melawan Kerajaan Inggris.

Konon Washington menolak mentah-mentah gagasan ini. Dan menyatakan bahwa: Rakyat Amerika-lah yang harus dimahkotai, bukan seorang George Washington.
Saya mendapatkan cerita ini dari buku “Breakthrough Company” karya Keith McFarland. Entah cerita ini berdasarkan fakta sejarah atau tidak. Namun gagasan yang terkandung di dalamanya sangat menarik. Bahwa seorang pemimpin sejati, akan memilih untuk menolak penghormatan jika itu untuk diri pribadi nya. Karena bagi nya, seharusnya orang-orang yang dipimpinnya-lah yang layak mendapat penghormatan.

Saya teringat dengan cerita ini ketika sedang mengadakan perjalanan mengunjungi beberapa kota di Indonesia untuk bertemu teman-teman pengurus TDA. Melanjutkan perjalanan bulan-bulan sebelumnya. Bulan ini saya berkesempatan bertemu dengan teman-teman di Medan, Mataram, Makasar dan Manado. Semangat yang ditunjukkan oleh teman-teman umumnya sama, bahwa mereka semua sepakat untuk “Memahkotai TDA” bukan memahkotai diri sendiri. Segala upaya, segala kesibukan, dilakukan tidak untuk mendatangkan pujian atau penghormatan untuk diri sendiri. Namun untuk kemanfaatan bagi TDA dan anggota-anggotanya.

Dengan mengamati kiprah mereka secara langsung, saya tahu bahwa mereka tidak sedang membangun monumen untuk dirinya sendiri. Namun membangun sebuah sistem yang akan melayani anggota, untuk saat ini dan dimasa yang akan datang.

Dan ini sejalan dengan budaya yang terus kita bangun di TDA. Pengurus boleh berganti, namun aktivitas di TDA harus terus berjalan dan terus membawa kemanfaatan untuk anggota dan masyarakat. Sekalipun jika kelak kita sebagai individu-individu pengurus tidak dikenang, yang penting aksi nyatanya yang membawa perubahan. Inilah wujud keikhlasan. Dan TDA di seluruh Indonesia, saya rasakan sangat kental dengan keikhlasan pengurus-pengurusnya.

Ada sebuah ungkapan yang sangat saya sukai, dan sering saya ulang: “Tanamlah benihnya dan pergilah. Siapapun yang memanen buahnya, biarlah dia memanennya.”

Begitulah jika keikhlasan sudah hadir di hati. Tidak ada lagi hitung-hitungan, siapa yang kelak akan menerima manfaat.

Tunggu… Itu kalau di organisasi. Bagaimana dengan perusahaan?
Prinsipnya sama. Anda bisa memilih untuk “memahkotai diri sendiri” atau “memahkotai perusahaan”.
Mereka yang sibuk memahkotai diri sendiri akan sibuk dengan atribut, hiasan, dan simbol-simbol “kesuksesan”. Begitu usaha bisa mendatangkan cash lebih sedikit saja, maka yang terpikirkan adalah bagaimana untuk mengangkat diri sendiri, terkadang lupa bahwa yang harus dibesarkan adalah perusahaan. Bukan nama atau citra pemiliknya. Dan godaan menuju kesana dewasa ini sangat banyak.

Mahkota nya pun beraneka ragam. Saya telah menyaksikan pengusaha-pengusaha muda yang sangat menjanjikan, namun pada akhirnya sibuk dengan urusan memahkotai diri nya, sehingga usaha nya tdk berkembang optimal. Kesibukan membangun citra sampai-sampai menyita waktu lebih banyak dibanding mengurus usaha. Belum lagi urusan aksesoris sebagai “pengusaha sakses” yang wajib dimiliki. Mulai dari kendaraan, gadget, lingkungan pergaulan.

Terkadang jadi lupa, bahwa sesungguhnya yang harus dimahkotai adalah perusahaannya. 
Tentu ada juga contoh sebaliknya. Cukup banyak juga. Sahabat-sahabat pengusaha yang hidupnya tetap sederhana, minim publisitas, jauh dari selebritas, namun hasil kerja nya luar biasa. Karena mereka memilih untuk memahkotai perusahaannya, dan tetap ikhlas sekalipun dirinya mungkin dianggap “tiada”.

Mungkin karena sudah panggilan jiwa, maka tidak penting lagi apakah diri nya yang menyandang pujian, atau orang lain. Bagi mereka, senyum yang mengembang di bibir pelanggan, tawa para karyawan, dan kepuasan mitra usahanya, sudah cukup.

Para aktivis TDA, yang bekerja ikhlas tidak demi nama pribadinya. 
Para pengusaha, yang bekerja ikhlas tidak demi kejayaan pribadinya.
Mereka akan tetap besar, sekalipun tanpa mahkota.

Friday, February 17, 2012

The KEY to SUCCESS


by. Brian Tracy

Setiap prestasi besar dimulai dengan visi, mimpi tentang sesuatu yang menarik atau berbeda, perasaan yang menginspirasi dan memotivasi Anda untuk tujuan apa pun yang lebih tinggi dan lebih dari itu Anda pernah dicapai sebelumnya.

Apa visi Anda untuk hidup Anda?

Bayangkan sejenak bahwa Anda tidak memiliki keterbatasan pada apa yang Anda dapat atau lakukan.

Bayangkan bahwa Anda memiliki semua waktu dan semua uang itu, semua pengetahuan dan pengalaman, semua keterampilan dan sumber daya, semua teman dan kontak.

Jika Anda bisa memiliki sesuatu dalam hidup Anda, apa itu?

Proyek lima tahun ke depan dan membayangkan bahwa hidup Anda sekarang sempurna dalam segala hal.

Apa yang terlihat seperti? Apa yang Anda lakukan? Yang ada dengan Anda? Yang tidak lagi ada?

Jelaskan masa depan ideal Anda seperti apakah itu sempurna dalam segala hal.

Ambil napas. Memberi Anda sesuatu untuk dipikirkan, bukan? Sekarang, ke kunci keberhasilan ...

Setelah bertahun-tahun mencari, aku bertemu dengan seorang pria yang bijaksana dan kaya yang menyuruhku duduk dan mengatakan kunci keberhasilan. Dia juga menjelaskan alasan kegagalan dan kurang berprestasi dalam hidup.

Saat ia berbicara, aku langsung mengenali kebenaran dalam apa yang dia katakan. Dan penemuan tentang kesuksesan cukup sederhana, karena semua kebenaran besar tampaknya.

Apa dia mengatakan kepada saya adalah ini:

"Kunci kesuksesan adalah bagi Anda untuk menetapkan satu besar, tujuan yang menantang dan kemudian membayar harga apapun, mengatasi hambatan, dan bertahan melalui kesulitan sampai akhirnya Anda mencapainya."

Dengan mencapai satu tujuan penting, Anda membuat pola, template untuk sukses dalam pikiran bawah sadar Anda. Selamanya setelah Anda akan secara otomatis diarahkan dan didorong menuju mengulangi bahwa keberhasilan dalam hal lain yang Anda mencoba.

Dengan mengatasi kesulitan dan mencapai satu tujuan besar di manapun, Anda akan memprogram diri Anda untuk sukses di daerah lain juga.

Dengan kata lain, Anda belajar untuk sukses dengan berhasil. Semakin Anda capai, semakin Anda dapat mencapai.

Setiap keberhasilan, terutama yang pertama, membangun rasa percaya diri dan keyakinan bahwa Anda akan berhasil waktu berikutnya.

Faktanya adalah bahwa Anda dapat mencapai hampir semua tujuan yang Anda tetapkan untuk diri sendiri jika Anda bertahan cukup lama dan bekerja cukup keras.

Satu-satunya yang dapat menghentikan Anda adalah diri Anda sendiri.

Dan Anda belajar untuk bertahan dengan bertahan dalam menghadapi kesulitan besar ketika semua orang di sekitar Anda yang berhenti dan setiap serat jeritan Anda berada di Anda untuk berhenti juga.

Sebagai contoh ...

Ketika Anda tunduk bahan kimia tertentu untuk panas yang hebat, bahan kimia akan mengkristal dan membentuk zat yang sama sekali baru, suatu komposisi baru di mana proses kristalisasi ireversibel.

Sebuah benjolan batubara, misalnya, menjadi berlian di bawah panas berkepanjangan intens dan tekanan.

Dengan cara yang sama, Anda menjadi orang kekuatan besar dengan tekun dalam kancah kesulitan intens sampai akhirnya Anda berhasil.

Setiap kali Anda memaksa diri Anda untuk bertahan, bukan menyerah, karakter Anda "mengkristal" pada tingkat baru lebih tinggi. Akhirnya, Anda mencapai titik di mana Anda menjadi tak terbendung ...

... tapi tidak ada yang mulai sebagai berlian.

Ini adalah proses awal memotivasi diri Anda untuk menetapkan dan mencapai tujuan PERTAMA yang menggerakkan Anda satu langkah lebih dekat untuk menjadi berlian dan satu langkah lebih jauh dari segumpal batubara.

Saturday, February 11, 2012

Lecture by Sandiaga Uno

Video Sandiaga Uno mengenai bisnis, investasi dan kekayaan dapat dilihat di sini http://t.co/PWW7GVyJ

Very recommeded to watch


See you at the top

Friday, February 29, 2008

Kedatangan Marketing Liza Herbal

Siang ini saya dikejutkan oleh pesan yang diberikan oleh salah satu staf saya kalau hari ini tim marketing dari Liza Herbal akan datang.

Sehari sebelumnya memang saya mendapat telepon dari marketing Liza Herbal mengenai kemungkinan kerjasama penjualan produknya di toko herbal saya, Ferlin Herbal yang berlokasi di Jl. Letjen Suprapto No. 65 Cempaka Baru Jakarta Pusat. Pembicaraan via telepon kemarin juga menyinggung rencana tim marketing untuk datang hari ini tetapi mereka ingin datang pagi karena siang sampai malam ada acara di tempat lain sementara saya ada acara pagi dan baru ada di toko sore, jadi sepertinya mereka akan cari waktu lain untuk bertemu.

Tiba-tiba entah ada angin apa, mereka datang dan ketika saya tanya bukannya ada acara lain, mereka bilang sudah kirim perwakilan ke sana. Wah terus terang saya merasa terhormat dan deg-degan juga karena mungkin dikira mereka toko saya toko besar yang omzet per bulannya sudah di atas 1 milyar, padahal belum karena masih kurang sedikit, insya Allah bulan depan lah lewat (amin) *** LOA mode on ***

Intinya mereka tertarik aja ada agen yang punya toko karena kebanyakan agen herbal mereka buka di teras rumah atau garasi rumah, ada juga di apotik tetapi saingannya berat dengan produk-produk impor yang margin buat apotik lebih menggiurkan karena harganya juga mahal.


Pertemuan berlangsung selama kira-kira 1 jam. Data saya diambil dan saya diberi seluruh produk yang ada, juga marketing tools nya seperti brosur, product knowledge dll.

Saya melihat bahwa keuntungan yang bisa saya dapat dari bergabung dengan Liza Herbal adalah :
1. Mereka memiliki website
2. Ada daftar agen mereka di website
3. Mereka memiliki milis
4. Mereka rajin mengikuti bazar atau pameran
5. Mereka juga beriklan di media
6. Mereka punya tim marketing dan sales yang rapi
7. Produknya sudah disertifikasi oleh Badan POM
8. Kemasan produknya bagus dan menarik
9. Baru 2 tahun, berarti prospek ke depan masih luas

Nomor 1-6, saya melihatnya sebagai faktor kali untuk memperluas jaringan pelanggan toko herbal saya. Insya Allah, toko herbal yang saya rintis 2 bulan yang lalu targetnya memiliki omset harian di atas 5 juta pada bulan ke-6, amiiiinnn...

Alamat website Liza Herbal di www.lizaherbal.com
Produk-produknya menarik dan insya Allah berkhasiat untuk meredakan gangguan kesehatan, bahkan untuk banyak kasus bisa menyembuhkan. Patut dikunjungi.

Salam sehat,

Ferdi Ramdhon

Thursday, July 26, 2007

Sikap yang Benar untuk Memulai Bisnis Sendiri

Bukan suatu hal mudah untuk memulai bisnis sendiri, tetapi sebaliknya, juga bukanlah hal sulit untuk dilakukan. Memulai bisnis pribadi merupakan hal yang menakutkan, dan sekaligus menarik. Mengapa? Di satu sisi, hal ini dapat menimbulkan Resiko besar, sedangkan di sisi lain, kesempatan besar dalam kehidupan juga sedang menanti. Oleh karena itu, sangat masuk akal jika Anda menjadi ingin tahu, apa saja sebenarnya, yang terlibat dengan diri Anda pada saat memulai berbisnis, dan apa saja yang bisa membuat langkah bisnis Anda ini bisa sukses.

Ini ada beberapa hal, yang mungkin bisa membantu Anda untuk memikirkannya sebelum terjun langsung membuka sebuah bisnis:

1. Carilah jalan dari beberapa cara bisnis konvensional, dan cobalah. Di sini Anda tidak harus, dan memang tidak perlu langsung melakukan cara yang benar bukan? So, Business is Learning by Doing, isn't it?
2. Jadilah orang yang kreatif, fleksibel, dan cepat tanggap terhadap perubahan yang terjadi, dengan mendapatkan informasi tentang pangsa pasar, dan peristiwa-peristiwa yang baru saja terjadi, yang sekiranya bisa mempengaruhi pangsa pasar itu.
3. Apa tujuan pribadi Anda untuk berbisnis sendiri ini? Apa yang Anda kehendaki dalam hidup? Jenis penghasilan seperti apa yang Anda inginkan? Di manakah Anda berada 5 tahun, 10 tahun mendatang? Ini semua bisa menyatakan tujuan pribadi Anda, dan ini bukan hal sepele. Anda harus memiliki dan mengetahui tujuan pribadi yang benar-benar penting bagi Anda, karena perlu Anda ketahui, bukankah bisnis itu sendiri merupakan sesuatu yang menuntut?
4. Tanyakan pada diri sendiri, apakah Anda sedang melakukan sesuatu yang ingin dilakukan? Apakah Anda bekerja dengan orang-orang yang memang Anda ingin bekerja sama untuk melakukannya? Apakah menurut Anda, kira-kira pengembalian investasi sudah bisa seperti yang diharapkan? Jika ternyata muncul perasaan tidak senang, tidak “mood”, maka bisa jadi Anda tidak akan menjadi pengusaha yang baik dan sukses.
5. Punyai ide bisnis yang disertai hasrat membara atau "passion" pribadi untuk segera memulai dan mengoperasikannya. Hasrat pribadi ini semestinya menjadi bagian dari apa yang Anda kehendaki dalam hidup. Jika tidak, jangan harap Anda bisa mengubah semua ide Anda menjadi bisnis yang sukses.



6. Lihat kembali dan pikirkan pengalaman kerja Anda. Pengalaman kerja adalah bagian dari ide bisnis. Jika Anda ingin membuka sebuah bisnis, ada baiknya jika Anda ikut program "on the job training" atau magang kerja lebih dulu di bisnis yang sekiranya Anda inginkan. Seperti di Komunitas TDA ini, ada program "Apprentice" ...ini bisa juga dimanfaatkan.
7. Harus berusaha memiliki pengetahuan dasar berbisnis, jangan ngawur atau percaya begitu saja "omongan ngawur" tokoh-tokoh bisnis yang sudah jadi milyarder... yang sering bilang, bahwa kalau mau bisnis ya jalanin aja gak perlu mikir. Saya jamin pada akhirnya, jika Anda mengikuti begitu saja "anjuran ngawur" itu, maka Anda akan benar-benar mikir belakangan, dan pusing seribu keliling, akibat bisnis Anda hancur, alias bangkrut dengan hutang melimpah. Ingat, pengetahuan dasar berbisnis ini merupakan salah satu pintu masuk untuk memulai bisnis Anda sendiri. Naluri, perasaan, ataupun intuisi bukanlah pengganti untuk pengetahuan. Jadi Anda harus mau belajar mendalami bisnis dengan ilmu pengetahuan.
8. Bertanyalah pada hati nurani Anda. Apakah Anda ingin mulai membuka bisnis baru itu karena ingin cepat menjadi kaya raya? Apakah Anda ingin cepat menjadi milyarder? Menurut saya, jika Anda ingin memulai bisnis sendiri dengan sikap seperti tersebut, maka itu bukanlah sikap yang benar. Uang memang penting, tetapi itu akan datang kemudian seperti yang Anda inginkan...setelah Anda melakukan usaha keras, tekun, pantang menyerah, dan dengan rasa hasrat membara.
9. Punyai "inner vision", yang mengarahkan Anda untuk melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya! Berikan sesuatu yang dibutuhkan orang. Dengan "inner vision" seperti ini, maka yakinlah Anda akan dihargai orang terus-menerus, meskipun mungkin pada awalnya Anda belum menghasilkan uang yang banyak.
10. Jika Anda sudah memiliki sikap mau melakukan semuanya dengan sebaik-baiknya, maka ini akan membentuk Anda untuk memiliki komitmen sukses, dan membuat Anda untuk terus melangkah dari keadaan sekarang, untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari. Dan, pada gilirannya nanti, Anda akan menjadi seorang yang kaya ide, punya visi, dan sanggup menerapkan sesuatu yang lebih baik daripada orang lain, bahkan orang yang mungkin Anda lihat sebagai sosok terbaik pada saat ini.

Nah, rekan-rekan entrepreneur atau TDA, jika Anda bisa melakukan kesepuluh hal di atas tersebut, maka InsyaAllah saya yakin...hal itu akan menjadikan Anda sebagai orang yang tidak puas dengan pekerjaan dan hasil kerja yang rata-rata (average), tetapi Anda akan menjadi orang yang puas dengan melakukan pekerjaan dan menghasilkan sesuatu yang besar (superior).

Inilah menurut saya suatu SIKAP YANG PENTING DAN BENAR, ketika Anda mau memulai bisnis pribadi. Dan, jika Anda merasa telah memiliknya, maka Anda memang pantas memulai bisnis pribadi buat masa depan Anda dan keluarga Anda. Jadi, mau tunggu apa lagi?

Semoga bermanfaat, khususnya buat rekan-rekan yang memang mau terjun bebas menjadi pengusaha/entrepren eur/TDA, dan sukses selalu.
Salam Luar Biasa Prima!
Wasalam,
Wuryanano
http://wuryanano. com/

------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
WURYANANO
http://wuryanano. com/
Entrepreneur & Penulis Buku Nasional:
1. The Touch of Super Mind
2. Super Mind for Successful Life
3. The 21 Principles to Build and Develop Fighting Spirit
PENERBIT: ELEX MEDIA KOMPUTINDO (Kelompok Gramedia)
Founder & Moderator SuperMindPower
http://groups. yahoo.com/ group/SuperMindP ower/join