Tuesday, March 6, 2012

Waspadai, Minum Air Saat Makan

Anda memiliki kebiasaan banyak minum ketika sedang makan? Sepertinya Anda harus segera mengubah kebiasaan tersebut. Sebab, meneguk air ketika makan ternyata dapat menghambat pencernaan di lambung.

Konselor mikrobiotik dari India, Shonali Sabherwal, mengatakan, ketika makan bukanlah waktu yang tepat untuk memuaskan rasa dahaga. "Orang-orang tidak tahu betapa minum air saat makan cukup mempersulit pencernaan mereka," ujar Sabherwal seperti dikutip Times of India.

Penelitian menunjukkan bahwa minum sedikit air selama makan tidak menjadi perhatian. Namun, minum segelas atau dua gelas dapat mengganggu pencernaan. Para peneliti menemukan bahwa yang terbaik adalah minum air sebelum makan dan dua jam sesudahnya. Hal ini membantu dalam penyerapan nutrisi.

Sabherwal mengatakan bahwa minum air ketika makan dapat mengencerkan konsentrasi asam lambung (HCl). Untuk mencerna makanan, tubuh memerlukan HCl dengan konsentrasi tertentu. Namun, kerena minum banyak air, konsentrasi HCl berkurang. Akibatnya, hanya sedikit makanan yang bisa dicerna oleh tubuh. Hal ini, jika dibiarkan terus bisa menimbulkan berbagai penyakit.

Asam lambung, selain membantu pencernaan juga berfungsi sebagai anti bakteri. Jika lambung sudah tidak bekerja optimal, akan dapat mempengaruhi kerja organ pencernaan lainnya menjadi lebih berat sehingga menyebabkan ketidakseimbangan metabolisme tubuh.

Agar tak merasa haus ketika makan, Sabherwal menghimbau agar tak terlalu banyak makan makanan yang asin. "Pastikan makanan Anda tidak terlalu asin karena akan semakin membuat haus," kata dia. Agar pencernaan tetap berjalan baik meskipun tanpa dibantu oleh air, ia menyarankan agar mengunyah pelan-pelan. Saat mengunyah, mulut mengeluarkan enzim yang membantu pencernaan makanan sehingga tugas lambung dalam mencerna makanan menjadi lebih ringan.

Sumber: republika.co.id

Monday, March 5, 2012

Tubuh Langsing Berkat Air Putih

Mengubah kebiasaan mengonsumsi minuman soda atau minuman manis lainnya dengan air putih ternyata mampu menurunkan 1,8 hingga 2,2 kg berat badan dalam waktu enam bulan.

Temuan yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini menambah deretan panjang manfaat air putih. Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa air putih membantu menurunkan risiko kanker kandung kemih.

Penelitian dilakukan terhadap 318 orang obesitas dan dibagi menjadi tiga grup. Grup pertama mengganti minuman berkalori dengan air putih, grup kedua mengonsumsi soft drink dan grup ketiga menjadi grup pengontrol.

Enam bulan kemudian, ketiga anggota kelompok tersebut mengalami sedikit penurunan berat badan dan ukuran pinggang. Namun, kelompok yang berubah mengonsumsi air putih cenderung dua kali lebih mungkin untuk kehilangan lima persen atau lebih dari berat badan mereka dibandingkan dengan mereka yang tidak mengubah kebiasaan mengonsumsi soft drink.

"Mengubah minuman nonkalori merupakan cara yang mudah dan sederhana untuk menurunkan berat badan atau menjaga agar berat badan tidak naik," ungkap Deborah Tate, profesor nutrisi dan perilaku sehat di Gilling School of Global Public Health di University of North Carolina, seperti dilansir melalui Dailymail, Senin (20/2).

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa orang yang selalu mengkonsumsi air putih mempunyai kadar glukosa rendah saat berpuasa dan kadar hidrasi yang lebih baik dibandingkan grup pengontrol.

Tate menambahkan presentase penurunan berat badan dan rendahnya kadar gula penting karena keduanya diasosiasikan dengan peningkatan faktor risiko obesitas yang berhubungan dengan penyakit kronis.

"Jika dilakukan dalam skala besar, hal ini bisa menurunkan masalah kesehatan publik terkait obesitas secara signifikan," tambahnya.

Sumber: ghiboo.com

Sunday, March 4, 2012

Hipertensi pada Usia Muda

Pertanyaan :

Selamat sore dok, terima kasih sebelumnya. Saya ingin bertanya tentang penyakit darah tinggi, beberapa hari belakangan ini saya sering kali mengalami pusing. Setelah melakukan konsultasi dengan dokter umum, saya dinyatakan mengalami Hipertensi. Apakah benar penyakit tersebut dapat diderita oleh orang yang masih berumur 22 tahun? Mohon dijawab dok, terima kasih.

Jayadi, 25 tahun - Bandar Lampung


Jawaban :

Salam mas Jayadi, semoga tetap sehat dan bugar dalam beraktifitas ya. Sesuai dengan pertanyaan yang dimaksudkan, penyakit tekanan darah tinggi (Hipertensi) dapat diderita oleh orang dengan kriteria muda termasuk kelompok usia 22 tahun. Hal tersebut, terutama pada pasien yang mempunyai riwayat keluarga yang menderita hipertensi dan pola hidup yang tidak sehat, misalnya suka makan makanan yang asin, merokok, tidak berolah raga dan minuman berakohol.

Sebagai tambahan perlu diketahui bahwa Hipertensi adalah suatu penyakit dimana seorang penderitanya mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal yang ditunjukkan saat pemeriksaan tensi darah, nilai normal tekanan darah seseorang adalah 120/80 mmHg.

Gejala penyakit Hipertensi yang dapat muncul seperti sakit kepala, lelah, mual, muntah, sesak nafas hingga kegelisahan. Penyebab utama hipertensi adalah keturunan keluarga (Herediter) yaitu ± 90%, selebihnya (± 10%) karena penyakit lain. Hal terpenting yang dapat dilakukan dalam membantu mengatasi kendala tersebut adalah melakukan pola hidup sehat seperti berolahraga, berhenti merokok, konsumsi makanan sehat serta menghindari stress.

Semoga dengan demikian, maka hidup akan menjadi seimbang dan lebih sehat dikemudian hari ya mas Jayadi, semoga jawaban ini dapat membantu. Bila terdapat kendala lebih jauh, sebaiknya dikomunikasikan dengan dokter terkait, salam sehat. (AZ)

dr A Zaini, SpJP FIHA

Sumber: republika.co.id